LAJUR.CO, KENDARI – Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) melalui Simpanan Pelajar (SimPel) di Kota Kendari mencatat capaian melampaui target. Hingga Juli 2026, sebanyak 60.819 rekening SimPel telah dibuka untuk pelajar SD, SMP, dan madrasah di Kota Kendari.
Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 50 ribu rekening. Capaian itu dinilai menjadi tonggak penting dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus membangun budaya menabung sejak usia dini di kalangan pelajar.
Dari total rekening yang telah dibuka, sebanyak 50.537 rekening dikelola Bank Sultra, sedangkan 10.282 rekening lainnya berada di bawah pengelolaan BPR Bahteramas Kendari.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan Program SimPel merupakan program nasional yang bertujuan agar setiap pelajar memiliki rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan sejak dini.
Menurutnya, realisasi pembukaan rekening di Kota Kendari telah melampaui target yang ditetapkan OJK.
“Kita sudah melampaui target. Awalnya hanya ditargetkan 50 ribu rekening, sekarang sudah mencapai lebih dari 60 ribu. Ini baru mencakup SD, SMP, dan madrasah. Kalau SMA nanti dihitung, jumlahnya tentu akan jauh lebih besar lagi,” ujar Bismi kepada awak media usai peluncuran capaian 60.819 rekening SimPel se-Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan, tujuan utama Program SimPel bukan sekadar menambah jumlah rekening pelajar, tetapi membentuk kebiasaan menabung sebagai bekal mengelola keuangan secara sehat sejak usia dini.
Dengan memiliki rekening sendiri, kata Bismi, anak-anak diharapkan mulai memahami pentingnya menyisihkan uang, merencanakan kebutuhan, hingga mempersiapkan masa depan mereka.
“Program SimPel ini mengubah kebiasaan anak-anak agar memahami cara menabung. Harapannya, mereka bisa mempersiapkan masa depan dan mewujudkan cita-citanya,” katanya.
Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, perbankan akan menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah agar siswa lebih mudah melakukan transaksi tabungan.
Selain melalui sekolah, pelajar juga dapat menabung langsung di kantor Bank Sultra maupun BPR Bahteramas Kendari. Orang tua pun dapat mentransfer dana ke rekening SimPel milik anak sebagai tabungan rutin.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyatakan Pemerintah Kota Kendari terus mendukung Program Kejar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan.
Ia mengungkapkan, jumlah siswa SD dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Kendari mencapai 55.763 orang, terdiri dari 40.466 siswa SD dan 15.263 siswa SMP. Dari jumlah tersebut, sekitar 50.537 siswa atau lebih dari 96 persen telah memiliki rekening SimPel.
“Insya Allah dalam waktu dekat Kota Kendari bisa mencapai 100 persen. Masih ada beberapa siswa yang belum teridentifikasi. Walaupun target OJK sudah tercapai, kami ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sesuai arahan pemerintah,” ujar Siska.
Ia berharap kebiasaan menabung tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga mendapat dukungan dari orang tua dan guru sehingga menjadi bagian dari karakter anak sejak dini.
“Dengan begitu mereka belajar hidup hemat, tidak boros, serta mampu mengelola keuangan dengan baik,” tuturnya.
Keberhasilan melampaui target tersebut merupakan hasil kolaborasi OJK Sultra bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Pemerintah Kota Kendari, Baznas, Kementerian Agama, Bank Sultra, BPR Bahteramas Kendari, serta seluruh sekolah SD, SMP, dan madrasah di Kota Kendari.
Laporan : Ika Astuti



