SULTRABERITA.ID, KENDARI – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih sangat kecil menyentuh sektor pertanian dan perikanan di Sulawesi Tenggara. Padahal, kedua sektor ini memberi andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bumi Anoa.
Kecilnya porsi sektor pertanian dan perikanan dalam data penyaluran KUR mendapat antensi serius dari Anggota DPD RI asal Sultra, Amirul Tamim.
BACA JUGA :
- Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Kendari Liburkan Siswa TK hingga SMP Mulai Besok
- Rawat Kebersihan Pelabuhan Dawi-Dawi, PT Indo Lautan Energi Salurkan Bantuan CSR Bak Sampah
- Pakai Rompi Merah Muda, Asrun Lio Eks Sekda & Bendahara Setda Sultra Digiring ke Sel Tahanan
- Pengawas SPBU Rabam Buka Suara Soal Penggerebekan 15 Jerigen BBM di Mobil Innova
- Berangsur Normal, Bandara Haluoleo Baru Terima Satu Flight Pengalihan Gegara Kasus Kabut Asap
“KUR mestinya bisa masuk ke sektor perikanan dan pertanian. Tidak hanya terorientasi di sektor ritel dan perdagangan. Kita harapkan KUR itu bisa menyentuh dua basis itu, pertanian dan perikanan,” ujar Amirul Tamim.
Mantan Walikota Baubau dua periode itu menyatakan masalah di atas merupakan bagian lingkup tugasnya di Komite IV DPR RI.
Komisi IV sendiri memiliki tugas menyuarakan permasalah daerah menyangkut anggaran pendapat dan belanja negara, pajak dan pungutan lain, perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pertimbangan hasil pemeriksaan keuangan negara dan pemilihan anggota BPK, lembaga keuangan dan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menjembatani sulitnya akses petani maupun nelayan dalam perolehan modal usaha di lembaga perbankan, Amirul berencana melakukan tatap muka dengan mitra kerja di daerah. Tujuannya adalah mendorong adanya keberpihakkan lembaga perbankan terhadap sektor pertanian dan kelautan.
“Kita rencana ketemu mitra kerja. Bagaimana mengkomunikasikan ini. Agar pertanian dan perikanan di Sultra diberi ruang. Bagaimanapun dua sektor ini adalah unggulan Sultra. Mesti didukung. Formulasinya seperti apa itu dibahas. Misalkan membuat sistem cluster,” ungkap Amirul.
Sejalan dengan program Presiden RI, Joko Widodo, kata Amirul, pengembangan potensi daerah mesti berbasis potensi.
Lembaga perbankan semestinya turut bersinergi memberi ruang bagi pelaku usaha bidang pertanian dan kelautan mengakses KUR.
“Di Sultra selain petanian dan perikanan ada pariwisata. Tinggal dibuatkan clusternya. Ada pula SDA nikel. Nah untuk ini, Pemda mesti menyiapkan SDM berbasis potensi. Misalkan memfasilitasi adanya lembaga pendidikan yang fokus di bidang pertambangan. Sehingga kedepannya kita bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” jelas Amirul. Adm





