LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 15 gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan telah rampung dibangun pada 2026. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program 551 unit Kopdes Merah Putih se-Sultra dengan total anggaran mencapai lebih dari setengah triliun rupiah.
Setiap unit proyek gedung dianggarkan sekitar Rp1 miliar melalui APBN. Jika dikalkulasikan untuk 551 unit, kebutuhan anggaran menembus angka lebih dari Rp551 miliar atau melampaui setengah triliun.
Seluruh bangunan menggunakan desain prototipe seragam berukuran 30×40 meter. Pembangunan ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang sehingga dapat diresmikan serentak oleh Presiden RI.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, LM Shalihin mengatakan, 15 unit yang sudah berdiri tahun 2026 tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
“15 unit 100 persen sudah kelar di tahun ini. Sistem kerjanya padat karya. Sisa pembangunan 536 unit,” kata LM Shalihin, Senin (23/2/2026).
Adapun sebaran 15 gedung Kopdes Merah Putih tersebut meliputi Kabupaten Kolaka sebanyak 4 unit, Kabupaten Buton 1 unit, Kabupaten Muna 1 unit, Kota Kendari 4 unit, Kabupaten Buton Utara 1 unit, Kabupaten Konawe Utara 2 unit, dan Kabupaten Bombana 2 unit.
Pembangunan infrastruktur Kopdes Merah Putih didanai langsung pemerintah pusat melalui APBN dengan melibatkan mitra TNI sebagai tim pengawas lapangan. Skema pengerjaan dilakukan secara padat karya guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
“Semua bentuknya satu prototipe. Harus di atas aset pemprov atau aset desa. Kalau tanah pribadi harus lewat mekanisme hibah. Target sudah selesai di Agustus karena akan diresmikan serentak presiden nanti,” terang Salihin.
Setelah pembangunan fisik, Kopdes Merah Putih disiapkan sebagai simpul ekonomi desa dengan model bisnis yang beragam. Masing-masing koperasi akan menjalankan usaha berbeda sesuai potensi wilayah.
Beberapa Kopdes Merah Putih direncanakan bermitra dengan BUMN seperti Bulog dan Pertamina. Skema kemitraan ini memungkinkan koperasi menjadi bagian dari rantai distribusi komoditas strategis, mulai dari beras, minyak goreng hingga gas elpiji.
“Yang belum kelar bisa pinjam pakai bangunan lain. Nanti mereka bisa jadi pemasok program MBG. Kalau dengan Bulog bisa menjualkan produk beras atau minyak. Dari Pertamina bisa jadi penyalur gas,” terang Salihin.
Dengan target penyelesaian 551 unit pada Agustus 2026, proyek Kopdes Merah Putih di Sultra diproyeksikan menjadi salah satu program penguatan ekonomi desa terbesar di wilayah tersebut tahun ini. Adm





