LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 250 mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Februari 2026. Kegiatan ini diikuti mahasiswa penerima beasiswa BI dari lima komisariat perguruan tinggi di Bumi Anoa.
Para peserta berasal dari Universitas Halu Oleo (UHO), IAIN Kendari, STIE 66 Kendari, Universitas Sembilan Belas November Kolaka (USN), serta Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau.
Ketua GenBI Wilayah Sultra, La Ode Rahmad Faizal, mengatakan pelatihan ToT merupakan agenda rutin yang diselenggarakan BI sebagai bentuk regenerasi dan penguatan kapasitas anggota.

“Pelatihan ini rutin diadakan sebagai bentuk regenerasi dan peningkatan kapasitas anggota. Di setiap periode selalu ada anggota baru serta pembaruan materi edukasi dari BI,” ujar Faizal, Kamis (18/2/2026).
Digelar Bertahap di Tiga Daerah
Rangkaian pelatihan berlangsung secara bertahap sepanjang Februari 2026. Pada 2–3 Februari, kegiatan digelar di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan BI Sultra untuk GenBI UHO, STIE 66, dan IAIN Kendari.
Kemudian, 5–6 Februari, pelatihan dilaksanakan di Meeting Room Hotel Sutan Raja Kolaka bagi Komisariat GenBI USN. Sementara itu, 11–12 Februari, kegiatan berlangsung di Meeting Room Hotel Zenith Baubau untuk GenBI Unidayan.
Pelatihan ToT ini berfokus pada penguatan public speaking, strategic communication, kebanksentralan, penyegaran materi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sistem pembayaran digital seperti QRIS, serta perlindungan konsumen.
“Kegiatan ToT dilaksanakan untuk membekali GenBI menjadi trainer edukasi publik terkait CBP Rupiah, QRIS, dan literasi keuangan, sekaligus menyeragamkan materi sosialisasi agar program GenBI lebih terarah dan berdampak,” jelas Faizal.
Melalui pelatihan ini, anggota GenBI Sultra diproyeksikan menjadi edukator yang kompeten dalam menyosialisasikan CBP Rupiah, QRIS, serta literasi keuangan secara masif dan seragam di tengah masyarakat.
Faizal berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar membekas bagi seluruh penerima beasiswa BI.
Ia mendorong anggota GenBI agar percaya diri turun langsung ke masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga lingkungan sekitar, dengan pendekatan komunikasi yang sederhana dan mudah dipahami.
“Semoga setelah pelatihan ini, setiap anggota bukan hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengajak masyarakat lebih cinta Rupiah, bijak menggunakan pembayaran digital, dan semakin paham keuangan,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti




