LAJUR.CO, KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Saemina, mengungkapkan bahwa sekitar 85 persen peserta didik dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kota Kendari telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025.
“Sekitar 85 persen sekolah sudah menerima MBG. Artinya, masih ada sekitar 15 persen sekolah yang belum mendapatkan program tersebut,” ujar Saemina saat diwawancarai awak Lajur.co di ruang kerjanya, Kamis (08/01/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 256 sekolah telah menerima manfaat MBG, sementara 56 sekolah lainnya masih belum merasakan program unggulan Presiden RI yang telah dicanangkan sejak awal 2025 tersebut.

“Kami menargetkan pada tahun 2026 seluruh sekolah sudah 100 persen menerima MBG. Saat ini tinggal menunggu kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG), karena dapurnya masih dalam tahap pembangunan,” ungkapnya.
Saemina menilai pelaksanaan MBG di Kota Kendari berjalan relatif aman dan kondusif. Hingga kini, ia belum menemukan persoalan besar yang dapat menghambat jalannya program tersebut.
Menurutnya, tantangan yang muncul lebih banyak berasal dari tingkat kepuasan orang tua peserta didik, bukan dari para siswa secara langsung.
“Kalau di Kota Kendari sebenarnya aman-aman saja, tantangannya tidak terlalu besar. Paling hanya ada pihak-pihak yang merasa kurang puas. Biasanya bukan dari siswanya, melainkan dari orang tuanya,” tuturnya.
Ia menduga ketidakpuasan tersebut disebabkan oleh faktor teknis di lapangan. Para petugas, kata dia, tidak selalu dapat memprediksi kondisi secara tepat, baik dari segi waktu maupun proses pelaksanaan.
“Namanya juga pekerjaan manusia, tentu tidak lepas dari kekurangan. Apalagi ini memasak dalam volume besar. Mungkin sesekali petugas di lapangan kurang perhitungan. Hal seperti ini memang tidak bisa diprediksi sepenuhnya, karena tidak semua proses dapat dipantau secara langsung. Jadi wajar jika sesekali terjadi kekeliruan,” jelas Saemina.
Terkait pelaksanaan MBG ke depan, Saemina mengajak seluruh pihak untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program unggulan ini dapat memberikan dampak maksimal bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
“Untuk MBG, mari kita perbaiki apa yang masih kurang di tahun 2026. Jika masih ada kekurangan, kita benahi bersama supaya program ini benar-benar berhasil memberikan asupan gizi kepada anak-anak kita, sehingga mereka tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti




