LAJUR.CO, KENDARI – Universitas Terbuka (UT) Kendari menyambut 1.600 lebih mahasiswa baru melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) pada 30–31 Agustus 2025.
Acara ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami sistem perkuliahan di UT yang fleksibel dan berbasis jarak jauh.
Direktur UT Kendari, Anfas, mengatakan jumlah mahasiswa baru tahun ini tercatat lebih dari 1.600 orang, sekaligus mencatat peningkatan jumlah mahasiswa aktif hingga 17 persen dibanding tahun lalu.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah mahasiswa baru kita 1.600 lebih, sama seperti semester-semester sebelumnya,” ucap Anfas, Sabtu (30/8/2025).
Anfas berharap mahasiswa baru dapat menempuh pendidikan dengan lancar, meraih prestasi akademik, serta mampu bersaing di dunia nyata. Ia juga menekankan pentingnya komitmen menyelesaikan studi hingga wisuda.
“Yang jelas yang pertama, kejar cita-cita mereka. Harus sampai wisuda,” tutur Anfas.
Selain itu, pihak kampus telah menyiapkan berbagai skema pemberdayaan mahasiswa, mulai dari pelatihan kepemimpinan hingga kewirausahaan, agar lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri atau pekerja swasta, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Ia menambahkan, program studi yang paling banyak diminati mahasiswa tetap manajemen, disusul prodi hukum.
“Apalagi sekarang dari Polri diwajibkan punya S1, terutama penyidik. Itu lebih banyak mahasiswa kami dari Polri,” ungkap Anfas.
Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa aktif di UT Kendari tahun ini mencapai 7.100 orang, naik 17 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 6.000 mahasiswa.
Saat ini, UT Kendari telah membuka lebih dari 40 program studi, termasuk program pascasarjana magister (S2) dan doktor (S3).
Prosesi penyambutan mahasiswa baru yang menempuh kuliah di kampus UT tahun ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. Hugua. Saat memberi sambutan, Hugua menekankan pentingnya mahasiswa UT tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa bersaing di dunia kerja.
Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi “juara” dalam bisnis online atau bidang lain yang mereka tekuni, sekaligus juara dalam sikap dengan menjadi teladan di masyarakat.
“Lulusan UT itu kita butuhkah karena orangnya sopan, selalu menghargai, menyemangati, membahagiakan, dan mengangkat martabat orang,” kata Ir. Hugua.
Hugua optimistis generasi muda Sultra, termasuk mahasiswa UT, akan berperan besar dalam pembangunan daerah dan bangsa.
“Saya percaya pada tahun 2045 Sultra akan menjadi raksasa kehidupan yang mampu membantu Indonesia bahkan dunia. Karena Anda semua di hadapan saya bisa membuktikan dan meningkatkan itu,” ujar Ir. Hugua. Ast