LAJUR.CO, KENDARI – Upaya Sagumi dalam mengolah sagu lokal menjadi produk pangan bernilai tinggi mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam ajang Stakeholder Awards 2025, Sagumi kembali menerima penghargaan sebagai UMKM teresponsif dan akurat dalam mendukung program pembinaan UMKM yang dijalankan BI.
Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Sagumi dalam menghadirkan inovasi berbahan baku sagu khas Tolaki yang selama ini dikenal sebagai komoditas melimpah di Bumi Anoa.
Owner Sagumi Hajar, mengatakan penghargaan ini merupakan kali keempat Sagumi menerima anugerah dari BI. Ia mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah sangat bahagia sekali. Dengan adanya penghargaan dari BI, menjadi penyemangat untuk lebih maju dalam pengembangan usaha. Ini salah satu motivasi saya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk Sultra” ujar Hajar.
Sebagai salah satu mitra binaan Bank Indonesia sejak 2019, Hajar menjelaskan Sagumi memperoleh berbagai bentuk dukungan pengembangan usaha. Mulai dari capacity building, pelatihan peningkatan kualitas produk, hingga fasilitasi promosi dan branding di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
“Kami difasilitasi dalam banyak hal, termasuk pelatihan dan promosi produk. BI sangat mendukung pengembangan UMKM, khususnya Sagumi,” tutur Hajar
Berdiri sejak 2016, Sagumi lahir dari kebutuhan menghadirkan diversifikasi olahan sagu yang selama ini identik dengan sajian tradisional seperti Sinonggi atau Kapurung.
Merek ini menghadirkan inovasi dengan mengolah sagu menjadi makanan ringan modern yang digemari berbagai kalangan.
Hajar menyampaikan harapan agar dukungan dari BI terus berlanjut sehingga Sagumi dapat mencapai target yang lebih besar.
“Harapan saya kepada BI adalah tetap membantu kami dalam pengembangan usaha. Tujuan kami itu bisa sampai ekspor,” kata Hajar.
Penghargaan kepada Sagumi diberikan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang turut memberikan apresiasi kepada 18 kategori Stakeholder Awards terdiri dari berbagai instansi, lembaga vertikal, universitas, UMKM, pesantren, hingga perusahaan swasta yang dinilai berperan dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah.
Laporan : Ika Astuti



