LAJUR.CO, KENDARI – Menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menetapkan status Siaga Satu SAR. Langkah ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi berbagai potensi kedaruratan selama masa libur akhir tahun di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta kalangan akademisi, tercatat 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan selama libur Nataru 2025/2026.
Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini pun mengindikasikan terjadinya mobilitas masyarakat secara besar-besaran. Sehingga berpotensi memicu kemacetan, kecelakaan moda transportasi, hingga kedaruratan di kawasan wisata.

Situasinya semakin kompleks dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan puncak musim hujan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Sejumlah fenomena atmosfer juga dinilai dapat meningkatkan curah hujan serta potensi banjir rob di wilayah pesisir.
Siaga Satu SAR merupakan bagian dari Siaga SAR Khusus Nataru 2025/2026 yang digelar secara nasional oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) selama 19 hari, terhitung mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyampaikan bahwa pada masa Siaga Satu ini seluruh unsur SAR disiapkan secara maksimal, baik dari sisi personel, sarana, maupun koordinasi lintas instansi. Sebanyak 149 personel SAR KPP Kendari diperkuat 544 personel potensi SAR yang telah dibina dan tersebar di seluruh wilayah Sultra.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi, KPP Kendari menyiagakan berbagai sarana dan prasarana, meliputi sarana air seperti kapal, RIB, perahu karet, dan jet ski. Selain itu, disiapkan pula sarana darat berupa rescue car, ambulans, ATV, rescue trail, hingga truk personel, serta peralatan pendukung berupa peralatan medis, peralatan selam, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Siaga Satu SAR difokuskan pada titik-titik strategis dan rawan kedaruratan, antara lain pelabuhan, bandara, terminal angkutan darat, serta kawasan wisata yang menjadi tujuan utama masyarakat selama libur Nataru di wilayah Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Konawe Utara, dan Muna.
“Untuk siaga khusus Nataru ini, para personel KPP Kendari dikerahkan ke beberapa lokasi seperti pelabuhan, bandara, terminal angkutan umum, dan tempat wisata,” ujar Amiruddin AS, Jumat (19/12/2025).
Selain tingginya mobilitas masyarakat, KPP Kendari juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seiring puncak musim hujan, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan banjir rob yang dapat mengancam keselamatan transportasi dan wisata bahari.
Dalam pelaksanaan Siaga SAR Khusus Nataru ini, KPP Kendari memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait, mulai dari TNI–Polri, pemerintah daerah, instansi teknis, hingga potensi SAR. Semua itu guna memastikan respons cepat dan terkoordinasi terhadap setiap kejadian darurat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa penyelenggaraan Siaga SAR Khusus Nataru merupakan wujud komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran Basarnas untuk senantiasa berada dalam kondisi siap operasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca dan potensi kedaruratan, serta mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan.
Dengan diberlakukannya status Siaga Satu, KPP Kendari menegaskan komitmennya untuk merespons cepat setiap kejadian darurat, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan selamat. Red





