LAJUR.CO, KENDARI – Pertandingan sepak bola yang seyogyanya berlangsung seru justru berujung insiden ricuh. Aparat keamanan yang semestinya mengamankan penonton atau suporter bola malah ikut-ikutan terlibat adu jotos di lapangan hijau.
Insiden itu terjadi usai laga sepakbola di Lapangan Buton Selatan (Busel), Minggu (4/1/2026). Bentrok fisik melibatkan anggota Brimob Batlyon B Pelopor dan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo seketika viral.
Aksi brutal merekam bentrok TNI VS Polisi itu berlangsung tepat setelah pertandingan sepak bola di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Masiri, Busel.

Data diterima Lajur.co menyebutkan, bentrokan terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Insiden ricuh di lapangan sepak bola melibatkan sedikitnya 25 anggota Brimob dan lebih dari 500 personel TNI.
Merunut kronologi kejadian, pertandingan sepak bola berakhir sekitar pukul 17.28 Wita. Personel Yonif TP 871/La Maindo memasuki lapangan, yang awalnya dianggap anggota Brimob sebagai momen yel-yel atau perayaan.
Namun, hanya berselang empat menit kemudian, sekitar pukul 17.32 Wita, personel Yonif TP bergerak menuju lokasi anggota Brimob. Mereka kompak menyerang seluruh personel Brimob yang berada di lapangan.
Pecah bentrok antara aparat kepolisian dan personel TNI membuat penonton di Lapangan Lakarasa lari berhamburan menyelamatkan. Beberapa diantaranya menyaksikan aksi ricuh dari atas tribun sambil merekam insiden lewat kamera handphone. Adm
Meski bentrokan berlangsung singkat, beberapa diantaranya mengalami korban luka ringan seperti memar di wajah akibat pukulan. Adm




