BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Kembali Aktif, Bandara Sugimanuru Layani Penerbangan Sriwijaya Air Mulai 15 Januari 2026

×

Kembali Aktif, Bandara Sugimanuru Layani Penerbangan Sriwijaya Air Mulai 15 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Setelah sempat lama sepi aktivitas penerbangan, Bandara Udara Sugimanuru di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), dipastikan kembali melayani penerbangan penumpang.

Maskapai Sriwijaya Air dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Januari 2026, sekaligus membuka kembali akses transportasi udara Pulau Muna menuju Makassar.

Berdasarkan informasi dari platform pemesanan tiket daring Traveloka, Sriwijaya Air akan melayani rute Sugimanuru–Makassar pulang pergi (PP) sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Baca Juga :  Rayakan HUT Korpri, Bank Sultra Bagi-bagi Doorprize Satu Unit Motor

Penumpang dari Makassar dijadwalkan berangkat menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 14.00 WITA dan tiba di Bandara Sugimanuru, Muna Barat, pada pukul 15.40 WITA.

Sementara itu, untuk penerbangan dari Bandara Sugimanuru menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, harga tiket kelas ekonomi tercatat mulai Rp763.300 per orang. Adapun tiket dari Makassar menuju Sugimanuru dibanderol sekitar Rp855.400 per penumpang.

Kepastian penerbangan ini dibenarkan oleh Humas Bandara Sugimanuru, Ria.

Baca Juga :  Cek Keaslian Sertifikat Tanah Kini Nggak Perlu Antre, Bisa Pakai Jempol!

“Ya benar. Jadwalnya setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu,” ujar Ria saat diwawancarai, Senin (5/1/2026).

Kembalinya penerbangan komersial ini menjadi angin segar bagi konektivitas Pulau Muna yang mencakup wilayah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah (Buteng). Selama beberapa tahun terakhir, Bandara Sugimanuru diketahui mengalami pasang surut aktivitas penerbangan.

Sebelumnya, pada 21 Maret 2025, maskapai Wings Air dari Lion Air Group sempat membuka layanan penerbangan perdana menggunakan pesawat ATR 72-600. Kedatangan pesawat tersebut disambut dengan seremoni water salute oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat, yang turut dihadiri Pemerintah Kabupaten Muna dan Pemerintah Kabupaten Buteng.

Baca Juga :  World Premiere New Veloz Hybrid EV dan Perkuat Produk Elektrifikasi Dalam Negeri di GJAW 2025

Namun, layanan tersebut tidak bertahan lama dan kembali dihentikan. Vakumnya penerbangan kala itu dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya minimnya tingkat keterisian penumpang serta harga tiket yang relatif tinggi. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x