LAJUR.CO, KENDARI – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan coding mulai masuk dalam kurikulum sekolah sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas V hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, kebijakan tersebut merupakan respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital yang berdampak pada pola belajar serta konsentrasi anak-anak.
Menurutnya, kebiasaan scrolling berlebihan di media sosial telah memunculkan persoalan serius terkait daya konsentrasi generasi muda. Anak-anak dinilai semakin sulit fokus dalam waktu lama dan cepat mengalihkan perhatian saat berkomunikasi.

“Anak-anak sekarang susah berkonsentrasi dan fokus. Kita ajak bicara lima menit, mereka sudah ganti tema. Ini menjadi masalah karena ketergantungan pada teknologi,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (10/1/2026).
Abdul Mu’ti menegaskan, teknologi tidak dapat dihindari, namun harus dikelola dengan baik agar menjadi solusi, bukan justru menimbulkan dampak negatif.
Oleh sebab itu, penguasaan teknologi seperti AI dan coding perlu dibarengi dengan manajemen penggunaan yang tepat.
“Teknologi itu harus dikuasai, tetapi juga harus ada manajemennya agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, diadakan mata pelajaran AI dan coding,” katanya.
Ia menjelaskan, AI dan coding masih berstatus sebagai mata pelajaran pilihan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan jumlah guru yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Saat ini, pemerintah tengah memprioritaskan pelatihan guru serta penyediaan sarana teknologi sebelum materi diajarkan secara luas kepada siswa.
Selain aspek teknis, Mendikdasmen menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam penggunaan AI. Menurutnya, tanpa pemahaman etika, teknologi justru berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih kompleks.
“Salah satu pokok bahasan penting dalam AI adalah tanggung jawab moral dalam penggunaannya. Jika tidak, masalah yang ditimbulkan akan semakin serius,” pungkas Abdul Mu’ti.
Laporan: Ika Astuti




