LAJUR.CO, KENDARI – Musim durian sudah tiba. Buat kamu para pencinta durian, ada baiknya mulai melirik Pulau Sulawesi sebagai tujuan berburu durian.
Banyak daerah di pulau ini menjadi rumah bagi ratusan ribu petani durian yang siap memanjakan lidah dengan buah lokal andalan masing-masing wilayah. Termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra) yang jumlah petaninya masuk empat besar se-Sulawesi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Pertanian 2023, total petani durian di Pulau Sulawesi mencapai 151.311 unit pertanian perorangan (UTP). UTP merupakan usaha pertanian yang mengelola kegiatan budidaya dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual atau ditukar.

Kalau bicara soal “juara”, Sulawesi Tengah (Sulteng) tercatat sebagai provinsi dengan jumlah petani durian terbanyak, yakni 62.039 unit. Posisi kedua ditempati Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan 43.619 unit, disusul Sulawesi Barat (Sulbar) sebanyak 17.148 unit.
Sementara itu, Sultra berada di posisi keempat dengan 14.730 petani durian. Angka ini masih lebih tinggi dibanding Sulawesi Utara (Sulut) yang memiliki 9.691 unit serta Gorontalo dengan 4.084 unit petani durian.
Geliat durian di Sultra tak hanya terasa di kebun. Bagi yang ingin langsung mencicipi, pusat kuliner buah durian di kawasan Jembatan Triping, Kota Kendari, menjadi salah satu tujuan favorit. Di lokasi ini tersedia beragam varian durian, mulai dari durian lokal khas Sultra hingga durian premium yang ramai diburu saat musim panen.
Banyaknya petani durian ini menjadi gambaran besarnya potensi durian lokal di masing-masing daerah. Di Sulsel, misalnya, sentra petani durian tersebar di Bulukumba, Luwu, Luwu Utara, Sinjai, dan Enrekang. Lima wilayah tersebut dikenal sebagai penghasil durian favorit setiap musimnya.
Dengan data tersebut, berburu durian di Sulawesi bukan cuma soal rasa, tapi juga soal pilihan daerah yang melimpah hasilnya. Jadi, musim durian kali ini, kamu tak perlu pusing lagi menyusun rencana perjalanan untuk mendapatkan durian favorit. Red



