LAJUR.CO, KENDARI – Penerbangan perdana maskapai Sriwijaya Air di Bandara Sugimanuru, Kabupaten Muna Barat, Kamis (15/1/2026), menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan perpanjangan landasan pacu (runway).
Kepala Bandara Sugimanuru Khusnudin bersama Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Capt Muhammad Mauludin menegaskan bahwa pengembangan runway menjadi kebutuhan mendesak demi keberlanjutan penerbangan di bandara tersebut.
Khusnudin menjelaskan, saat ini panjang runway Bandara Sugimanuru masih belum memenuhi standar ideal untuk operasional pesawat sekelas Boeing secara optimal. Meski penerbangan Sriwijaya Air sudah dapat dilakukan, terdapat sejumlah penyesuaian teknis yang harus diterapkan.

“Untuk pesawat jenis Boeing, standar runway seharusnya sekitar 1.800 meter. Kondisi yang ada saat ini masih kurang, sehingga dilakukan pembatasan, termasuk pengaturan bagasi penumpang. Perpanjangan runway sendiri belum dilakukan dan masih dalam proses perencanaan,” ujar Khusnudin.
Khusnudin menambahkan, dengan adanya penerbangan perdana Sriwijaya Air dan tingginya antusiasme masyarakat, pihak bandara akan mengusulkan perpanjangan runway pada tahun ini. Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan agar Bandara Sugimanuru diprioritaskan dalam program pengembangan infrastruktur bandara.
Senada dengan itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Capt Muhammad Mauludin, menilai tingginya jumlah penumpang dan minat masyarakat pada penerbangan perdana tersebut menjadi indikator kuat, bahwa Bandara Sugimanuru memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
“Dengan penumpang yang banyak dan potensi kargo yang besar, tinggal landasannya dipanjangkan. Jika runway diperpanjang, pesawat bisa beroperasi dengan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Capt Muhammad Mauludin saat menghadiri acara peresmian operasional Sriwijaya Air di Bandara Sugimanuru.
Perpanjangan runway, lanjut Capt Muhammad Mauludin, tidak hanya akan meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan penerbangan, tetapi juga membuka peluang masuknya maskapai lain ke Bandara Sugimanuru.
Ia juga menegaskan, pihak otoritas bandara akan terus melakukan pengawasan dan mendorong pengembangan infrastruktur, termasuk perpanjangan landasan pacu dan pembesaran terminal. Semuanya menjadi bagian dari tanggung jawab pengelolaan bandara di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Momentum penerbangan perdana Sriwijaya Air ini, kata dia, harus dijadikan dasar kuat untuk mempercepat pengembangan Bandara Sugimanuru. Sehingga lebih mampu melayani penerbangan dengan kapasitas penuh dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Muna dalam jangka panjang. Red



