LAJUR.CO, KENDARI – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali menorehkan prestasi akademik. Jumlah guru besar di Kampus Biru tersebut resmi bertambah setelah Prof Dr K.H. Moh Yahya Obaid, MAg dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Pengukuhan Prof Yahya Obaid dilakukan dalam Sidang Terbuka Senat IAIN Kendari yang digelar pada Senin (19/1/2025). Praktis, total guru besar aktif di IAIN Kendari kini bertambah menjadi 15 orang.
Rektor IAIN Kendari Husain Insawan mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti kemajuan signifikan institusi dalam dua tahun terakhir. Dari total 15 guru besar yang ada, 11 di antaranya lahir dalam periode kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, dalam jangka waktu dua tahun ini kita berhasil menghasilkan 11 guru besar dari total 15 guru besar yang ada di lingkungan IAIN Kendari,” ujar Husain.
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari implementasi program Catur Asih yang menjadi arah transformasi institusi. Program ini mencakup lima pilar utama, yakni Moderasi Beragama, Transformasi Kelembagaan, Sibernisasi atau penguatan sistem siber, Digitalisasi sistem layanan, serta Internasionalisasi dengan orientasi global.
Menurut Husain, program tersebut dirancang untuk meningkatkan mutu akademik, kualitas layanan, serta reputasi IAIN Kendari di tingkat nasional hingga internasional. Hal itu diwujudkan melalui berbagai upaya, mulai dari audit mutu internal hingga penguatan kerja sama global.
“Kampus Biru juga telah menyiapkan fasilitas serta pendampingan dalam setiap tahapan dan proses bagi dosen yang ingin meraih jabatan guru besar,” jelasnya.
Ia pun mendorong para dosen yang telah memenuhi syarat angka kredit dan persyaratan khusus agar segera mengajukan usulan guru besar.
“Maka itu, kawan-kawan yang sudah memenuhi syarat, mohon segera diajukan secepatnya,” katanya.
Rektor yang dilantik pada Juni 2023 ini juga menekankan bahwa seorang guru besar memiliki peran strategis, tidak hanya secara akademik, tetapi juga moral dan sosial.
“Guru besar harus mampu menjadi payung yang mengayomi, memberikan nasihat yang baik, serta menyejukkan,” ucap Husain.
Selain itu, profesor diharapkan menjadi obor ilmu yang mampu menerangi dan memberi arah bagi masyarakat akademik.
“Guru besar juga harus seperti air conditioner, yang senantiasa menyejukkan dan menghadirkan kedamaian bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti



