BERITA TERKINIHEADLINE

Prof. Yahya Obaid Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Kendari

×

Prof. Yahya Obaid Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Kendari

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Prof. Dr. K.H. Moh. Yahya Obaid, M.Ag. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Ballroom IAIN Kendari, Senin (19/1/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi capaian tertinggi dalam perjalanan akademik Prof. Yahya Obaid sebagai dosen dan peneliti di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pria yang akrab disapa Mas Nanang itu memiliki perjalanan hidup dan pendidikan yang tidak mudah. Ia sempat menunda melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi.

Pada masa tersebut, ia bekerja serabutan untuk membantu keluarga, sekaligus menempa ketekunan yang kelak menjadi fondasi kuat dalam perjalanan akademiknya.

Mas Nanang kemudian melanjutkan pendidikan pada 1991 di IAIN Alauddin Makassar hingga meraih gelar sarjana. Ia diangkat menjadi dosen tetap dan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1994.

Baca Juga :  Festival Galaksi UMK Bahasa IAIN Kendari Suguhkan Ragam Lomba & Seminar Inspiratif

Perjalanan akademiknya berlanjut dengan meraih gelar Magister di Universitas Muhammadiyah Malang pada 2002, serta gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar pada 2015.

Usai dikukuhkan, pria kelahiran Tuban, Jawa Timur, 22 Maret 1963 ini menyampaikan bahwa jabatan Guru Besar merupakan amanah besar yang mengandung tanggung jawab luas, baik dalam bidang keilmuan, kelembagaan, sosial, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Guru Besar diharapkan oleh rektor untuk bisa memberikan payung keilmuan. Filosofinya seperti pohon, semakin tinggi menjulang, semakin besar pula angin yang dihadapi,” ujar Prof. Yahya Obaid.

Dalam bidang keilmuan, Prof. Yahya Obaid menaruh perhatian pada pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menekankan pentingnya integrasi pendekatan deep learning serta nilai-nilai berbasis “Cinta” dalam kurikulum pendidikan tinggi keagamaan, sebagaimana gagasan yang diusulkan Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Baca Juga :  Bantuan Rumah Nelayan Sultra Naik Jadi 1.000 Unit di Tahun 2026, Fokus ke Ibu-Ibu Pesisir

“Jika program Cinta sudah diterapkan di pendidikan menengah, maka di perguruan tinggi kita perlu menegaskan bagaimana kurikulum berbasis Cinta itu diimplementasikan,” katanya.

Selain aktif di dunia akademik, Mas Nanang juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti dakwah, organisasi keagamaan, serta aktivitas sosial lainnya.

Ia menilai, tantangan utama dunia pendidikan saat ini adalah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, sehingga menuntut kesiapan untuk terus beradaptasi dengan kondisi dan situasi yang berkembang.

“Tantangan berikutnya adalah perkembangan sains dan teknologi. Di satu sisi sangat dibutuhkan dalam kehidupan, tetapi di sisi lain dapat membawa dampak pada moralitas, etika, dan peradaban. Semua itu harus kita jawab dengan bijak,” tutur Prof. Yahya Obaid.

Ia mengungkapkan jika dukungan pimpinan kampus, khususnya Rektor IAIN Kendari, Husain Insawan, memiliki peran penting dalam pencapaiannya meraih jabatan Guru Besar.

Baca Juga :  IAIN Kendari Kampus Pertama di Sultra Terapkan Teknologi Immersive di Perkuliahan

“Rektor secara pribadi memberikan dukungan kepada kami yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat, baik dari asisten ke lektor, lektor ke lektor kepala, hingga menjadi guru besar,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Yahya Obaid berpesan kepada para dosen yang tengah menempuh proses menuju Guru Besar agar tetap konsisten dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah.
Ia menekankan, karya tulis tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus dipublikasikan secara berkelanjutan di jurnal-jurnal yang kredibel.

“Yang sering kurang itu kemampuan menulis. Selain itu, doa dari orang lain, berbuat baik, dan mempermudah urusan mahasiswa adalah hal-hal yang mungkin tidak didesain, tetapi sangat membantu dan mendukung perjalanan akademik kita,” pungkasnya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x