BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Menelusuri Gua Metanduno di Pulau Muna; Wisata Edukatif dengan Seni Cadas Tertua di Dunia

×

Menelusuri Gua Metanduno di Pulau Muna; Wisata Edukatif dengan Seni Cadas Tertua di Dunia

Sebarkan artikel ini
Gambar cap tangan di salah satu dinding Gua Metanduno. Foto : BRIN

LAJUR.CO, KENDARI — Ada banyak pilihan aktivitas untuk mengisi liburan akhir pekan. Jika ingin liburan yang berbeda dari biasanya, Gua Metanduno di Sulawesi Tenggara (Sultra) hadir sebagai wisata edukatif yang memadukan keindahan alam dan jejak sejarah manusia purba.

Terletak di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Gua Metanduno menjadi destinasi yang tepat bagi pencinta wisata budaya dan sejarah. Dikelilingi bentang alam karst yang eksotis, gua ini menghadirkan suasana tenang sekaligus magis, seolah mengajak pengunjung kembali ke masa ribuan tahun silam.

Daya tarik utama Gua Metanduno adalah lukisan dinding purba atau seni cadas berusia 67.800 tahun, yang baru-baru ini ditetapkan sebagai seni cadas tertua di dunia. Temuan tersebut diumumkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Januari 2026 dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Nature.

Baca Juga :  2.026 PPPK Paruh Waktu Pemprov Sultra Terima SK dari Gubernur, Total PPPK Kini Tembus 12.950

Berjalan menyusuri bagian dalam gua, wisatawan akan disuguhi pemandangan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif. Stalaktit maupun stalagmit berpadu dengan batuan purba yang membentuk ruang alami menyerupai galeri seni. Akses menuju gua pun relatif mudah, karena telah dilengkapi anak tangga di bagian depan.

Gua Metanduno menyimpan sedikitnya 316 gambar cadas yang tersebar di berbagai sudut gua. Motifnya sangat beragam, mulai dari figur manusia, pemburu dan prajurit berkuda, manusia terbang, hingga beragam fauna seperti kuda, rusa, babi, anjing, ayam, ular, dan lipan. Tak ketinggalan gambar perahu, simbol matahari, motif geometris, serta cap tangan negatif yang menjadi ciri khas seni cadas Asia Tenggara.

Baca Juga :  Kebakaran di Poasia Kendari: Percikan Api dari Pertamini, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta!

Keunikan lain yang menarik perhatian adalah cap tangan dengan jari runcing, yang menunjukkan keterkaitan budaya antara Pulau Muna dan kawasan karst Maros–Pangkep di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini menjadikan Gua Metanduno bukan hanya objek wisata, tetapi juga simpul penting sejarah peradaban manusia di Nusantara.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Gua Metanduno bukan sekadar perjalanan rekreasi. Di sini, pengunjung bisa belajar, berpetualang, sekaligus menikmati wisata yang sarat makna. Setiap sudut gua menyimpan cerita masa lalu yang mengajak siapa pun untuk lebih mengenal akar sejarah manusia.

Baca Juga :  Meriahkan Nataru, The Park Kendari Tawarkan Diskon hingga 70 Persen

Dengan kekayaan alam dan nilai sejarah yang dimilikinya, Gua Metanduno layak menjadi destinasi unggulan wisata edukatif Pulau Muna. Bagi Anda yang ingin lebih dekat dengan alam, budaya, dan sejarah, Gua Metanduno adalah pilihan yang patut masuk dalam daftar perjalanan berikutnya. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x