LAJUR.CO, KENDARI – Menumbuhkan kecintaan terhadap rupiah sejak usia sekolah menjadi fokus utama Generasi Baru Indonesia (GenBI). Melalui program GenBI UHO Goes to School, GenBI Komisariat Universitas Halu Oleo (UHO) menyosialisasikan nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada ribuan pelajar di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sebanyak 25 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Sultra menjadi sasaran kegiatan komunitas GenBI. Tak kurang dari 7.000 siswa tercatat mengikuti edukasi yang bertujuan memperkuat literasi keuangan dan kesadaran ekonomi sejak dini.
Ketua GenBI Komisariat UHO, Firman Dani Baharuddin, menjelaskan sekolah-sekolah yang disasar merupakan wilayah asal para pengurus GenBI.

“Mayoritas anggota GenBI saat ini sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. Karena itu, kami menjadikan sekolah-sekolah di daerah tersebut sebagai target utama, tanpa mengesampingkan wilayah Kendari dan sekitarnya,” ujar Firman, Sabtu (31/1/2026).
Tak hanya memperkenalkan nilai CBP Rupiah, GenBI UHO juga memberikan edukasi terkait penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital yang aman dan praktis. Selain itu, siswa dibekali pemahaman mengenai Pelindungan Konsumen Bank Indonesia (PEKA) agar lebih waspada terhadap berbagai potensi kejahatan siber.
Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif, dengan memanfaatkan uang rupiah sebagai alat peraga untuk memudahkan pemahaman materi. Para siswa juga diajak melakukan praktik langsung penggunaan QRIS, disertai gim edukatif yang seru dan berhadiah.
“Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap penggunaan QRIS, pemahaman tentang rupiah, serta pentingnya perlindungan konsumen,” ungkap Firman.
Melalui kegiatan tersebut, GenBI berharap para pelajar semakin memahami cara memperlakukan rupiah dengan baik, sekaligus terbiasa bertransaksi secara digital dengan aman.
“GenBI ingin mengajak pelajar untuk mencintai dan bangga menggunakan rupiah, bijak dalam transaksi digital, serta menjadi konsumen yang cerdas dan peduli. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi muda yang sadar ekonomi dan siap menghadapi perkembangan zaman,” tutup Firman.
Laporan: Ika Astuti



