LAJUR.CO, KENDARI – Ratusan warga memadati Jalan Bahagia, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat Kerukunan Keluarga Pemuda Bahagia (KKPB) menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan konsep tak biasa, Minggu (22/2/2026).
Jika biasanya acara bukber digelar di ruang tertutup alias indoor, warga justru menyajikan menu takjil di tengah jalanan. Aneka panganan ditata di atas deretan meja sepanjang 150 meter yang berada persis di tengah jalanan.
Jalanan yang sehari-hari dilalui kendaraan, berubah menjadi ruang silaturahmi terbuka. Sekitar 100 nampan berisi ragam kue tradisional lengkap dengan air kemasan berjejer rapi siap menyambut warga yang hendak berbuka .

Warga dari berbagai kalangan duduk berdampingan, menikmati momen kebersamaan menjelang azan magrib.
Ketua Panitia, Muhammad Isa Hammam, mengatakan konsep bukber di ruang publik tersebut lahir dari keinginan menghadirkan suasana baru yang lebih terbuka dan menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Kami sepakat menggelar bukber di depan rumah warga, tepat di jalan utama yang lurus. Secara visual bagus, estetiknya dapat, dan yang terpenting semua bisa terlibat,” ujar Isa.
Menurutnya, gagasan tersebut sebenarnya sudah lama dirancang. Ide itu kembali menguat saat warga menggelar kerja bakti sepekan sebelum Ramadan.
“Waktu kerja bakti, kami sepakat harus ada momen kebersamaan. Dari situlah bukber ini akhirnya terealisasi tahun ini,” katanya.
KKPB sendiri merupakan organisasi kepemudaan di Kampung Bahagia yang berfokus pada pengembangan lingkungan dan pemberdayaan generasi muda, dengan semangat kebersamaan ala karang taruna.
Ajang buka puasa tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kendari La Ode Inarto, Ketua KONI Kendari Rajab Jinik, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Kendari, Sudirham yang secara resmi membuka acara.
Sudirham mengapresiasi inisiatif para pemuda Kampung Bahagia yang dinilai mampu menjadi motor penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Teruslah menjadi energi positif bagi Kendari. Pemerintah Kota Kendari membutuhkan ide-ide segar dan semangat anak muda untuk membangun daerah ini,” ujarnya.
Ia berharap Kampung Bahagia benar-benar menjadi lingkungan yang mencerminkan namanya tempat lahirnya kebahagiaan melalui sikap saling tolong-menolong, menghargai, dan menjaga kerukunan.
“Semoga kebersamaan sore ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan menjadikan kita pribadi yang lebih peduli terhadap sesama,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti





