BERITA TERKINIHEADLINE

Fakta Skandal Putra Eks Gubernur Sultra: Abang Dilaporkan Hilang, Adik Diperiksa Kasus Korupsi

×

Fakta Skandal Putra Eks Gubernur Sultra: Abang Dilaporkan Hilang, Adik Diperiksa Kasus Korupsi

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Skandal kembali menyeret anak dari mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode Ali Mazi yang bernama Alvian Taufan Putra. Mantan Ketua KONI Sultra tersebut kini jadi buah bibir kalangan luas lantaran terseret dalam lingkar korupsi anggaran miliaran.

Jauh sebelum Alvian, satu putra Ali Mazi lain yang kini menjabat Bupati Buton juga tak kalah viral. Alvin yang tak lain adalah abang dari Alvian dilaporkan warganya sebagai ‘Bupati Hilang’ ke kantor polisi.

Fakta dua sosok bersaudara putra mantan orang nomor satu di Sultra tersebut menorehkan catatan kelam berurusan dengan institusi kepolisian.

Sorotan terbaru mengarah pada Alvian Taufan Putra. Anak eks orang nomor satu di Sultra itu diperiksa Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra pada awal Januari 2026 terkait dugaan korupsi anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra senilai Rp 11 miliar.

Baca Juga :  Kabar Baik! Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia

Pemeriksaan tersebut dibenarkan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Niko Darutama. Ia menyebut Alvian masih berstatus sebagai saksi.

Selain Alvian, penyidik juga telah memeriksa mantan sekretaris dan bendahara KONI Sultra.

Untuk memastikan ada tidaknya kerugian negara dari total anggaran tersebut, lanjut Kompol Niko, penyidik masih menunggu hasil audit dari BPK maupun BPKP Sultra.

“Hadir dia (Alvian). Sekretaris dan bendahara juga sudah kita ambil keterangan. Saya tidak tahu jumlah penggelapannya berapa. Ada dana Rp 11 miliar, begitu saja. Untuk jumlah penggelapannya harus diaudit,” tegas Kompol Niko Darutama.

Nama Alvian sebelumnya dikenal luas di Bumi Anoa. Alvian pernah menjabat Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra periode 2022–2025.

Baca Juga :  Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik ke Pengguna Nomor Baru, ini Caranya!

Ia juga pernah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Sultra dalam Musorprov Luar Biasa 2022 di Kendari. Namun, pada 8 Juli 2025, KONI Pusat resmi memberhentikannya melalui SK Nomor 87 Tahun 2025.

Setahun sebelumnya, sang kakak, Alvin Akawijaya Putra, juga lebih dulu menjadi sorotan. Bupati Buton periode 2025–2030 itu sempat dilaporkan ke polisi oleh dua organisasi mahasiswa yang menamakan diri sebagai “Rakyat Buton”.

Keberadaan Alvin Akawijaya Putra mendadak ramai diperbincangkan usai organisasi mahasiswa, HMI dan IMM melayangkan pengaduan ke polisi. Alvin dilaporkan karena ia tak berada di Kabupaten Buton selama hampir 20 hari kerja.

Bupati yang dilantik pada 20 Februari 2025, justru diketahui lebih banyak berada di Jakarta untuk agenda koordinasi dengan pemerintah pusat. Kondisi ini memicu kritik yang mempertanyakan kehadiran fisik seorang kepala daerah di tengah warganya.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Ekstrem 10–15 Januari 2026, Sulawesi Tenggara Wajib Siaga Hujan Lebat

Nama Alvin sendiri bukan sosok baru. Selain dikenal sebagai putra eks gubernur Sultra, ia juga aktif di berbagai organisasi sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Buton 2024.

Sebelum menjadi bupati, Alvin ternyata memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum KNPI Sultra, dan Ketua Bidang Hubungan Internasional KADIN Sultra. Dirinya juga pernah menjadi Penerima IKA PMII Awards 2022.

Dua bersaudara itu kini sama-sama berada dalam sorotan, meski dalam konteks berbeda.

Alvin menghadapi kritik publik soal kehadiran dan prioritas kepemimpinannya di Buton. Sementara Alvian harus menjawab pertanyaan penyidik terkait dugaan pengelolaan dana miliaran rupiah. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x