LAJUR.CO, KOLAKA — Revitalisasi Pasar Raya Mekongga resmi dimulai lewat seremoni groundbreaking, Sabtu (28/2/2026). Proyek senilai sekitar Rp200 miliar itu menjadi penanda kolaborasi antara PT Vale Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kolaka memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kolaka.
Groundbreaking tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir Hugua, yang memberikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan daerah.
Chief Executive Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan pembangunan pasar bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen sosial perusahaan sebelum memasuki fase operasional di Kolaka. Menurutnya, kehadiran industri tambang harus diiringi kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kehadiran kami tidak hanya secara fisik, tetapi juga harus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Bernardus.
Ia menjelaskan, perusahaan telah melakukan kajian sosial dan lingkungan selama dua hingga tiga tahun sebelum memulai proyek. Hasil kajian itu melahirkan program “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya” sebagai pedoman kontribusi sosial perusahaan di wilayah tersebut.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare yang terdiri atas 38 blok dirancang dengan konsep pasar modern, termasuk fasilitas pengolahan sampah dan infrastruktur pendukung ramah lingkungan. PT Vale menilai, pertumbuhan industri nikel akan mendorong arus tenaga kerja dan aktivitas ekonomi baru sehingga diperlukan pusat perputaran ekonomi yang lebih representatif.
Bernardus mengingatkan nikel merupakan sumber daya tidak terbarukan, sehingga pengelolaannya harus disertai tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Jangan sampai kita mengambil sumber daya, tetapi meninggalkan dampak negatif. Revitalisasi ini adalah bagian dari kontribusi kami untuk Kolaka,” katanya.
Bupati Kolaka, Amri, menyebut Pasar Raya Mekongga telah menjadi episentrum ekonomi masyarakat selama 29 tahun. Revitalisasi, kata dia, merupakan langkah strategis menghadirkan sarana perdagangan yang lebih aman, bersih, dan nyaman, sekaligus memperkuat struktur ekonomi rakyat.
Proyek revitalisasi Pasar Mekongga menjadi bagian dari program prioritas daerah “Beramal” yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, pengelolaan lingkungan, dan penataan kawasan perkotaan. Pemerintah Kabupaten Kolaka memperkirakan pembangunan akan berlangsung selama dua tahun sesuai master plan yang telah disusun.
Wakil Gubernur Sultra Ir Hugua pada kesempatan itu menyatakan dukungan terhadap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Dengan dimulainya revitalisasi ini, Pasar Raya Mekongga diharapkan bertransformasi menjadi pusat perdagangan modern sekaligus simbol kemitraan pemerintah dan korporasi dalam memperkuat ekonomi rakyat Kolaka secara berkelanjutan. Adv





