LAJUR.CO, KENDARI – Ada pemandangan berbeda saat rombongan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Kloter 32 tiba di Bandara Haluoleo, Kamis (25/6/2026). Selain disambut keluarga dengan suasana haru, para jemaah juga mencuri perhatian karena ramai-ramai menenteng boneka unta berwarna-warni yang dijadikan oleh-oleh dari Tanah Suci.
Begitu keluar dari pintu kedatangan, wajah-wajah para jemaah tampak sumringah. Di tangan mereka tergantung belasan boneka unta yang dirangkai menyerupai kalung, sehingga mudah dibawa tanpa harus dimasukkan ke dalam bagasi.
Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah proses penyambutan jemaah. Boneka berbentuk hewan khas Timur Tengah itu tampak menghiasi hampir setiap rombongan jemaah yang baru tiba.
Berbeda dengan musim haji tahun-tahun sebelumnya, boneka unta kini menjadi salah satu suvenir yang banyak dibawa pulang dari Makkah maupun Madinah. Kehadirannya menambah daftar oleh-oleh khas haji selain air zamzam, kurma, cokelat, tasbih, hingga sajadah.
Salah seorang jemaah asal Kota Kendari, Musdalifah, mengaku sengaja membeli banyak boneka unta untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat setibanya di kampung halaman.
Boneka-boneka tersebut diikat menjadi satu rangkaian layaknya kalung agar lebih praktis dibawa selama perjalanan pulang ke Indonesia.
“Beli di Madinah dan Mekkah. Ada yang 10 riyal, ada juga yang 15 riyal. Untanya ada dari Makkah, ada juga yang dari Madinah. Ini buat oleh-oleh cucu dan kemenakan. Alhamdulillah sampai di sini aman. Ada juga oleh-oleh cokelat dan kurma, semua aman sampai tujuan,” ujar Musdalifah.
Selain karena bentuknya yang unik, boneka unta juga dinilai lebih praktis dibawa dibandingkan suvenir lain. Ukurannya yang ringan membuat para jemaah memilih menentengnya langsung agar tidak menambah beban bagasi pesawat.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, Muh Lalan Jaya, mengatakan fenomena boneka unta sebagai oleh-oleh memang baru ramai terlihat pada musim haji tahun ini.
Menurutnya, pada musim haji sebelumnya sangat jarang ditemukan jemaah yang membawa suvenir tersebut dalam jumlah banyak.
“Tahun lalu jarang. Baru tahun ini ada. Itu hanya oleh-oleh pelengkap saja, tetapi menjadi keunikan tersendiri pada musim haji tahun ini,” kata Lalan.
Fenomena tersebut pun menjadi warna baru dalam kepulangan jemaah haji Sultra. Di balik rasa syukur usai menunaikan ibadah di Tanah Suci, boneka-boneka unta yang bergelantungan di pundak para jemaah turut menjadi perhatian keluarga yang menjemput maupun masyarakat yang berada di Bandara Haluoleo.
Selain menjadi buah tangan untuk anak dan cucu, boneka unta itu menjadi simbol kenangan perjalanan spiritual para tamu Allah selama menunaikan ibadah haji di Makkah dan Madinah. Adm




