BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Kota Kendari Dapat Guyuran Rp140 Miliar dari World Bank Bereskan Persoalan Sampah

×

Kota Kendari Dapat Guyuran Rp140 Miliar dari World Bank Bereskan Persoalan Sampah

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kota Kendari mendapat kucuran anggaran sekitar Rp140 miliar dari pusat lewat pembiayaan lembaga World Bank untuk mempercepat penanganan persoalan sampah. Dukungan pendanaan tersebut menjadi angin segar bagi Kota Lulo yang tengah kini berjibaku membenahi persoalan tumpukan sampah sekaligus menata kawasan perkotaan agar lebih bersih dan nyaman.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyebut, Kota Kendari berhasil masuk dalam daftar enam daerah di Indonesia yang beruntung mendapat porsi khusus penanganan sampah melalui program pemerintah pusat lewat World Bank. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Kota Kendari justru mendapat guyuran dana tambahan agar persoalan sampah bisa ditangani maksimal.

Bagi Kota Kendari, masuk dalam daftar enam daerah penerima dukungan penanganan sampah menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar. Pemerintah daerah kini memiliki amunisi baru untuk mempercepat penataan kawasan kota dan menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah.

Kata Siska, dukungan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Kota Kendari mempercepat pembenahan sistem persampahan. Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap keseriusan daerah dalam menata pengelolaan sampah.

Baca Juga :  102 SPBU di Sulawesi Tenggara Mulai Jualan Biosolar B50

“Se-Indonesia yang mendapatkan kuota hanya enam kota se-Indonesia. Jadi tidak semua mendapatkan kesempatan emas ini,” kata Wali Kota berhijab itu di sela Pogram Wali Kota Menyapa di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Menurut Siska, Pemkot Kendari mendapat alokasi hampir Rp140 miliar setelah melalui rangkaian pembahasan bersama pemerintah pusat. Saat ini, tim internal Pemkot Kendari tengah berada di Jakarta untuk mengikuti koordinasi terkait program tersebut.

“Tidak semua daerah mendapatkan alokasi khusus penanganan sampah. Kita Kota Kendari alhamdulillah sudah ditetapkan kurang lebih hampir Rp140 miliar,” ujarnya.

Program penanganan sampah tersebut berada di bawah koordinasi sejumlah kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Bappenas, dengan dukungan pendanaan dari World Bank.

Salah satu fokus utama Pemkot Kendari melalui program tersebut adalah membenahi fasilitas pengelolaan sampah yang saat ini berada di kawasan TPA.

Baca Juga :  Kasus Pencurian Motor di Kampus Marak: UHO Janji Tingkatkan Keamanan, Tambah CCTV

Siska mengatakan, fasilitas tersebut saat ini masih berstatus TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Pemkot Kendari menargetkan fasilitas itu dapat ditingkatkan menjadi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

“Nah, jadi Pemerintah Kota Kendari sudah diundang melalui beberapa kementerian ya. Dalam hal ini di bawah naungan Kemendagri, Kementerian PU, lalu dari Bappenas untuk mendapatkan stimulasi bantuan dari World Bank. Yang mana ini untuk penanganan sampah,” jelasnya.

Menurut Siska, perubahan status tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Pemkot Kendari kini mulai menyiapkan dan menjajaki berbagai program yang menjadi bagian dari persyaratan utama TPST.

“Karena memang kita sebagai pemerintah terus berkomitmen kita akan membuat TPST yang saat ini sudah ada di TPA. Tetapi di TPA itu masih TPA namanya, belum TPST. Insyaallah tahun depan kita sudah mendapat kategori TPST,” katanya.

Kucuran dana hampir Rp140 miliar itu datang di tengah upaya Pemerintah Kota Kendari membereskan persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  PT Vale, Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Gotong Royong, Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga

Tumpukan sampah di sejumlah titik menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. Pemerintah tidak hanya dituntut memastikan sampah terangkut dari lingkungan warga, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang mampu mengurangi volume sampah hingga ke tahap pengolahan dan pemrosesan akhir.

Karena itu, dukungan World Bank menjadi momentum Kendari mempercepat pembenahan tata kelola persampahan. Anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat infrastruktur sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

Rencana peningkatan TPA menjadi TPST menjadi salah satu bagian penting dari langkah tersebut. Dengan konsep pengolahan terpadu, sampah diharapkan tidak sekadar berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi dapat ditangani melalui tahapan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sebelum masuk ke proses akhir.

Target akhirnya adalah menjadikan Kendari lebih bersih, tertata, dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta berkelanjutan. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *