BERITA TERKINIHEADLINE

Penampakan Teluk Kendari Saat Musim Kemarau, Sedimen Tanah Naik Bak Daratan Baru

×

Penampakan Teluk Kendari Saat Musim Kemarau, Sedimen Tanah Naik Bak Daratan Baru

Sebarkan artikel ini
Penampakan Teluk Kendari saat musim kemarau, Kamis (27/8/2026).

LAJUR.CO, KENDARI – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Teluk Kendari saat musim kemarau. Hamparan sedimen tanah berwarna kuning mulai muncul di sejumlah bagian perairan, terutama di sekitar aliran sungai yang bermuara ke teluk, hingga sekilas tampak seperti daratan baru.

Pantauan Lajur.co, Kamis (27/8/2026), terlihat jelas aliran sungai menuju Teluk Kendari menyusut. Di sejumlah titik, dasar aliran yang biasanya tertutup air terlihat dipenuhi endapan tanah dan lumpur.

Nyaris setengah daerah aliran sungai yang menuju kawasan Teluk Kendari tampak tertutupi daratan baru berwarna kuning yang muncul selama musim kemarau periode Agustus ini.

Baca Juga :  Wakil Rektor UHO Bakal Kasih Sanksi ke Senior yang Bullying & Main Fisik ke Mahasiswa Baru

Fenomena tersebut semakin kentara pada kawasan Teluk Kendari yang dipantau dari kawasan Jembatan Triping , Jalan ZA Sugianto, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Aliran air menuju teluk tampak mengecil, sementara sedimen berwarna kekuningan membentuk hamparan di sekitar alur sungai.

Penampakan tersebut berkaitan dengan kondisi Teluk Kendari yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Material berupa tanah, lumpur, dan pasir dari daerah aliran sungai terbawa menuju teluk, kemudian mengendap ketika kecepatan arus melemah.

Baca Juga :  Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September

Dikutip dari laman detik.com, kedalaman Teluk Kendari dikabarkan mengalami penyusutan cukup signifikan. Dari sekitar 23 meter menjadi 5-10 meter dalam kurun 20 tahun terakhir. Kondisi tersebut dikaitkan dengan sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah yang terjadi di kawasan teluk.

Teluk Kendari diketahui menjadi tempat bermuaranya 13 sungai yang mengalir dari wilayah Kota Kendari. Aliran sungai tersebut membawa material dari daratan yang berpotensi mengendap di kawasan teluk.

Saat musim kemarau, kondisi pendangkalan tersebut semakin terlihat. Debit sungai yang mengarah ke Teluk Kendari berkurang seiring minimnya curah hujan sehingga pasokan air yang masuk ke kawasan teluk ikut menyusut.

Baca Juga :  Toko Damai Sediakan Loker bagi Penyandang Disabilitas di Kendari Job Fair 2026, Simak Syarat dan Posisinya!

Pada saat yang sama, penguapan yang lebih tinggi turut mengurangi volume air, terutama di bagian teluk yang dangkal. Kondisi ini membuat endapan sedimen yang sebelumnya berada di bawah permukaan air semakin terekspos.

Sedimen tanah dan lumpur yang muncul ke permukaan akhirnya tampak seperti hamparan daratan. Pemandangan tersebut terutama terlihat di sekitar muara sungai dan bagian teluk yang memiliki kedalaman relatif dangkal. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *