LAJUR.CO, KENDARI – Memastikan kesehatan ibu dan janin sejak masa kehamilan menjadi salah satu langkah penting mencegah stunting. Upaya tersebut menginisiasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sulawesi Tenggara bersama PT Pegadaian melakukan pemeriksaan USG gratis dan edukasi gizi bagi ibu hamil di Kota Kendari.
Layanan kesehatan digelar lewat ajang bakti sosial “Merdeka Stunting 2026” berlangsung di Rumah Sakit Umum (RSU) Hati Mulia Kendari, Minggu (30/8/2026). Sebanyak 30 ibu hamil mengikuti pemeriksaan sekaligus memperoleh pendampingan mengenai kesehatan kehamilan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Mengusung tema “Dari Ibu Hamil Semua Jadi Penting”, bakti sosial menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan sekaligus diarahkan mendukung percepatan penurunan angka stunting di Sultra.
Bagi POGI Sultra, pencegahan stunting perlu dimulai sejak kehamilan, bukan setelah bayi lahir. Pemeriksaan rutin, pemantauan kondisi janin, serta kecukupan nutrisi ibu menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian.
Ketua POGI Sultra, Prof. Dr. dr. Juminten Saimin, Sp.OG, Subsp. Obgynsos, mengatakan intervensi sejak masa kehamilan diperlukan agar ibu dan janin memperoleh pemantauan medis secara optimal.
“Pencegahan stunting tidak bisa menunggu setelah bayi lahir, melainkan harus diintervensi sejak masa kehamilan. Melalui kolaborasi tersebut, kami ingin memastikan para ibu hamil memperoleh akses layanan medis kebidanan yang adekuat, berkualitas, dan terjangkau,” ujar Prof. Juminten.
Sebagai informasi, bakti sosial merupakan program turunan nasional Pengurus Pusat (PP) POGI sekaligus menjadi salah satu agenda awal kepengurusan periode kedua POGI Cabang Sulawesi Tenggara 2025–2028 di bawah kepemimpinan Prof. Juminten.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan POGI Sultra, PT Pegadaian, RSU Hati Mulia Kendari, Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO), dan Dinas Kesehatan Kota Kendari. Kelima institusi bersinergi memperkuat pendampingan ibu dan anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ketua Panitia Pelaksana, dr. Nur Indah Purnamasari, Sp.OG, menyebut keterlibatan institusi akademik merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tenaga medis, akademisi, pemerintah, serta dunia usaha dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi.
Bakti sosial “Merdeka Stunting 2026” dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hj. Hasria. Ia memberikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak yang turut membantu pemerintah mempercepat upaya penanganan stunting.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara organisasi profesi dokter, BUMN, rumah sakit, dan akademisi seperti ini sangat membantu kami dalam mengejar target percepatan penurunan angka stunting di Kota Kendari secara nyata dan terukur,” ungkapnya.
Direktur RSU Hati Mulia Kendari, dr. Suhartini, Sp.OG, menyatakan kesiapan rumah sakit mendukung program yang memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil.
“RSU Hati Mulia merasa terhormat menjadi bagian dari gerakan mulia ini. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan pelayanan kebidanan dan kandungan yang optimal, komprehensif, serta ramah bagi seluruh ibu hamil di Kendari,” katanya.
Perwakilan PT Pegadaian, Mawar, menyatakan keterlibatan perusahaan merupakan wujud kepedulian sosial terhadap kesehatan masyarakat sekaligus kualitas generasi penerus.
“Pegadaian tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kesehatan masyarakat. Kami berharap bantuan dan kolaborasi ini memberikan manfaat nyata dalam melahirkan generasi penerus yang sehat dan kuat di Sulawesi Tenggara,” tuturnya.
Puluhan ibu hamil memperoleh paket pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan mencakup kontrol kehamilan dan USG oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, pemberian suplementasi multivitamin, serta konsultasi mengenai kebutuhan gizi selama masa kehamilan.
Materi edukasi gizi disampaikan dr. Livy Leonard Liswan, Sp.OG. Para peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya kecukupan nutrisi untuk menjaga kondisi ibu sekaligus menunjang tumbuh kembang janin.
Selain pelayanan medis, kegiatan tersebut turut memperkuat gerakan nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) yang digagas PP POGI.
SPRIN membawa tiga fokus, yakni “Ibu Sehat Kehamilan Kuat”, “Gizi Cukup Stunting Tersentuh”, dan “Generasi Emas Indonesia Kuat”.
Lewat pemeriksaan, suplementasi, dan edukasi yang diberikan, POGI Sultra bersama para mitra berharap pencegahan stunting dapat dilakukan sedini mungkin. Pendekatan tersebut dimulai dari pemantauan kesehatan ibu, pengawasan tumbuh kembang janin, hingga memastikan kebutuhan nutrisi selama kehamilan terpenuhi. Adm



