BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Keluh Distributor Sayur di Kendari: Harga Melonjak, Daya Beli Masyarakat Turun

×

Keluh Distributor Sayur di Kendari: Harga Melonjak, Daya Beli Masyarakat Turun

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Musim kemarau turut mewarnai kondisi perdagangan sayuran di Kota Kendari, di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas dalam satu bulan terakhir.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi para distributor, terutama ketika daya beli masyarakat mengalami penurunan saat harga sayuran terus meningkat.

Salah satu distributor sayuran di Kota Kendari, Hermansyah, mengatakan kenaikan harga ini turut mempengaruhi penjualan.

Dimana, masyarakat kini cenderung mengurangi pembelian sehingga sejumlah sayuran yang dipasok tidak selalu habis terjual.

“Daya belinya masyarakat itu kurang. Sekitar 23 persen turun dari harga pembelian pada umumnya. Karena kemarin kan ada masuk, tapi ada yang tertinggal tidak habis semua,” kata Hermansyah kepada awak Lajur.co, Kamis (22/10/2026).

Hermansyah menjelaskan, sayuran yang tidak habis terjual kemudian didistribusikan kembali ke pasar. Meski demikian, kondisi ini tetap menjadi tantangan bagi distributor karena sayuran merupakan komoditas yang mudah rusak apabila terlalu lama disimpan.

Baca Juga :  Dinas PUPR Muna Turun Cek Proyek Aspal Abal-abal Jalan Desa Mantobua-Korihi Pasca Viral

“Masalahnya di harga, karena barang ini tidak selamanya bagus. Kalau rusak, itu jadi tanggungan kita lagi,” ungkapnya.

Ditengah kondisi itu, harga sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Hermansyah menyebut harga tomat meningkat seratus persen dari sebelumnya hanya Rp8 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada varian cabai. Jika sebelumnya harga cabai berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu untuk per kilogram di pasaran.

Selain tomat dan cabai, harga cabai besar ikut naik dari Rp45 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara itu, harga wortel yang sebelumnya Rp20 ribu kini mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Final Sepak Bola Dies Natalis UHO ke-45, Tim Rektorat Tumbangkan Fakultas Hukum 3-1

Untuk komoditas bawang, Hermansyah mengungkapkan harga bawang merah saat ini berada di angka Rp34 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Khusus bawang merah, ia memperkirakan harganya berpotensi kembali naik hingga Rp40.000 per kilogram.

“Kalau bawang merah Rp34.000, bawang putih Rp35.000. Tapi yang merah mau naik lagi harganya, sekitar Rp40 ribu ke atas lah,” ujar Hermansyah.

Adapun harga bawang bombai masih relatif terjangkau, yakni sekitar Rp30.000 per kilogram. Hermansyah mengatakan, kenaikan harga berbagai jenis sayuran ini telah berlangsung sekitar tiga minggu hingga satu bulan terakhir.

Baca Juga :  Minus Sultra & Sulut, Gerbong Rotasi Kapolri Suyudi Sapu 4 Kapolda di Pulau Sulawesi

Ia menambahkan, pasokan sayuran yang dijual sebagian besar berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, diantaranya Enrekang dan Bantaeng. Setiap minggu stok yang masuk kemudian didistribusikan memenuhi kebutuhan pasar di Kota Kendari.

“Iya, tiap minggu masuk barangnya, jadi tiap minggu baru terus barangnya,” tuturnya.

Hermansyah mengatakan, sayur yang ia jajakan tidak hanya ada di lapak kawasan Punggolaka. Ia ikut memasok sayuran ke Pasar Mandonga dan Pasar Korem.

Meski pasokan sayuran tetap masuk setiap minggu, Hermansyah mengaku penjualannya belum selalu berjalan optimal. Ia harus menghadapi kondisi ketika sebagian sayuran tidak terserap di pasaran, sementara kualitas barang dapat menurun jika terlalu lama disimpan. Sis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!