SULTRABERITA.ID, KONSEL – Komitmen Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sudirman memimpin aksi demo tolak TKA China bukan isapan jempol.
BACA JUGA :
- Detik-Detik Ridwan Bae & Gubernur ASR Saling Peluk saat Pelantikan Golkar Sultra di Kolaka
- Sultra Masuk 4 Provinsi Penerima Satya JKN Awards 2026, Total Kepesertaan Nasional 284,89 Juta Jiwa
- Lanjutkan Estafet Rektor UHO, Prof Takdir Saili Siapkan Fakultas Khusus Mineral & Pertambangan
- Pulang Kampung ke Jakarta, Khairul Munadi Bilang Bakal Rindu Sayur Pakis Khas Sultra
- Binaan Vale di Kolaka Beralih ke Padi Organik, Ketergantungan Pestisida Menurun
Tepat di hari H kedatangan ratusan pekerja China, Selasa 23 Juni, legislator PKS itu hadir bersama massa aksi melakukan demonstrasi di simpang empat Bandara Haluoleo Kendari Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Massa yang mayoritas adalah mahasiswa bergerak dari perbatasan gerbang perbatasan Kabupaten Konsel – Kota Kendari menuju di perempatan jalur utama Bandara Haluoleo.
Bersama Sudirman, mereka kompak menyerukan aksi tolak TKA Tiongkok yang dipekerjakan oleh PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Sudirman menilai investasi tambang selama ini banyak melabrak aturan dan membawa mudharat bagi masyarakat lokal.
Ditengah sulitnya lapangan kerja, mirisnya investor asing justru terus menerus melakukan impor pekerja asing.
“Jangan menjadi babu di daerah sendiri. Investasi pertambangan saat ini tidak sesuai dengan regulasi. Kita satu tujuan saat ini, investasi pertambangan sangat menjijikan. Sampai saat ini, masyarakat lokal mencari pekerjaan di tempat sendiri sangatlah susah,” ucap Sudirman di dalam orasinya.
Selain mengeruk SDA, dominasi pekerja China pada proyek PMA (Penanaman Modal Asing) digarap PT VDNI di Sultra inilah yang membuat Sudirman kecewa.
“Air dan tanah dikuasi oleh tenaga kerja asing, sudah lama kita dijajah oleh mereka. Tenaga kerja lokal sendiri bekerja di tempat sendiri banyak pereyaratan yang harus dipenuhi untuk masuk diperusahaan itu. Sementara TKA masuk begitu mudahnya,” tegasnya.
Gelombang pertama kedatangan TKA China berjumlah 152 dijadwalkan tiba sore ini di Bandara Haluoloe Kendari. Dari China, mereka dikabarkan menggunakan pesawat charter Lion Air yang transit melalui Bandara Sam Ratulangi Manado. Adm





