SULTRABERITA.ID, KENDARI – Rencana massa mengunjuk rasa menghalau kedatangan TKA China yang mendarat di Bandara Haluoleo pupus sudah.
Hingga tengah malam pukul 23.00 WITA, rombongan buruh China yang tiba pada penerbangan akhir di terminal udara Sultra tak kunjung menampakkan diri melintas di jalan protokol akses keluar masuk bandara yang dijaga demonstran.
BACA JUGA :
- Tersangka Tambang Ilegal di Sultra Anton Timbang Pose Bareng Presiden Prabowo, Dipost Akun Sekretariat Kabinet RI
- BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya
- Menkomdigi Imbau Warga RI Cek Biometrik Walau Tak Beli Nomor HP Baru
- Harga Pertamax di Sultra Turun Tipis Rp300/Liter, Berlaku Agustus 2026
- Simak Ragam Event Spesial Selama Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 di The Park Kendari
Padahal sejak pagi hingga malam, massa demonstran setia berjaga di simpang empat, utama hilir mudik kawasan Bandara Haluoleo di Desa Ambaipua Kabupaten Konawe Selatan.
Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh diketahui sempat hadir di bandara mengecek dokumen imigrasi para buruh China.
ARS pun mengklaim seluruh TKA memakai visa 312 sebagaimana diwajibkam bagi pekerja asing berkeahlian khusus.
Informasi dihimpun SULTRABERITA.ID, para TKA yang berjumlah 156 itu diamankan melalui jalur lain. Tidak melintasi jalur jalan utama Bandara Haluoleo yang dijaga ketat oleh ratusan pengunjuk rasa.
Sementara itu, sekitar pukul 23.00 Wita, kondisi simpang empat jalur Bandara Haluoleo yang menjadi pusat konsentrasi massa seketika memanas.
Ratusan personil polisi yang bertugas khusus mengamankan kedatangan para TKA pun menjadi bulan-bulanan massa.
Keributan dan aksi lempar batu terjadi di simpang empat Ambaipua. Hingga berita ini dirilis, demo berujung bentrok masih terus berlangsung.
Sebagai informasi, selain simpang empat Ambaipua yang menjadi jalur utama hilir mudik penumpang pesawat Bandara Haluoleo, ada jalur lain yang bisa diakses keluar dari airport Sultra tersebut.
Jalan alternatif yang dapat digunakan keluar dari kawasan bandara adalah melewati jalur jalan militer. Akses jalan ini berada tak jauh dari lingkungan bandara.
Jalan yang dijaga ketat aparat TNI ini sejatinya tidak dibolehkan bagi masyarakat umum.
Akses jalan yang dikuasai aparat tersebut terkoneksi dengan jalan provinsi di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan dan jalur jalan menuju ibu kota provinsi Sultra, Kota Kendari. Adm



