SULTRABERITA.ID, KENDARI – Bencana beruntung melanda Kabupaten Konawe Utara (Konut). Masih berjibaku dengan bencana alam banjir, kabupaten digawangi Bupati Ruksamin ini ikut diguncang gempa tektonik, Sabtu, 27 Juni 2020 pukul 10.19 Wita.
BACA JUGA :
- Setahun Pimpin Kota Lulo, Siska–Sudirman Pamer Capaian & Ambisi di Kancah Global
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Santuni 30 Anak Panti Asuhan di Kendari
- ASR Pastikan THR ASN Pemprov Sultra Rp40 Miliar Cair Minggu Depan
- Bazar, Talkshow, hingga Edukasi QRIS Warnai GenBI Ramadhan 2026 di Kolaka
- Istana Imbau Pengibaran Bendera Setengah Tiang Hormati Try Sutrisno
Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultra melaporkan kekuatan gempa melanda kabupaten pecahan Konawe ini mencapai 4,2 Magnitudo

Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan guncangan gempa berada pada episenter koordinat 3.35 LS dan 121.96 BT. Persisnya berlokasi di laut pada jarak 28.5 km arah Barat Wanggudu, Sulawesi Tenggara pada kedalaman 10 km.
“Jenis dan mekanisme gempa bumi
dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Lawanopo,” tulis BMKG dalam siaran pers.
Meski getaran gempa terbilang tinggi, sejauh ini ini belum ada laporan disampaikan terkait dampak kerusakan di Wanggudu baik bangunan fisik maupun korban jiwa.
Beruntung gempa bumi 4,2 Magnitudo ini tidak memicu tsunami. Hingga pukul 11:09 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG turut menghibau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tulis BMKG.





