SULTRABERITA ID, KENDARI – Aksi blokade jalan dilakukan ratusan massa demonstran yang menolak kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) China gelombang dua, Selasa 30 Juni 2020.
Meski diguyur hujan, para demonstran tetap bersemangat berorasi di gerbang perbatasan Kendari-Konsel menyuarakan protes atas sikap pemerintah yang memberi lampu hijau masuknya 500 buruh Tiongkok ke Sultra.
BACA JUGA :
- Tersangka Tambang Ilegal di Sultra Anton Timbang Pose Bareng Presiden Prabowo, Dipost Akun Sekretariat Kabinet RI
- BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya
- Menkomdigi Imbau Warga RI Cek Biometrik Walau Tak Beli Nomor HP Baru
- Harga Pertamax di Sultra Turun Tipis Rp300/Liter, Berlaku Agustus 2026
- Simak Ragam Event Spesial Selama Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 di The Park Kendari
Dari gerbang perbatasan Kendari-Konsel, massa kemudian bergerak menuju simpang empat Ambaipua Kabupaten Konsel yang menjadi jalur utama masuk ke Bandara Haluoleo Kendari.
Disana, massa dihadang barikade polisi yang berjaga di area masuk kawasan Bandara Haluoleo yang merupakan kawasan militer milik TNI AU. Sejumlah kendaraan taktis dan water Canon juga disiagakan di lokasi unjuk rasa.
Hingga kini, massa demonstran terus menggelar aksi untuk menghadang kedatangan TKA China yang jumlahnya mencapai 105 orang.
Mereka diperkirakan mendarat di Bandara Haluoloe pada penerbangan akhir dengan menggunakan pesawat carter khusus.
Kedatangan rombongan pekerja asing yang direkrut raksasa industri smelter di Konawe, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Stell (OSS) adalah yang kedua dari total 500 teknisi yang bakal diboyong ke Sultra.
Pada gelombang pertama 23 Juni lalu, sebanyak 156 TKA China lolos dari aksi hadang demonstran yang juga menyuarakan penolakan kedatangan buruh asing. Para pekerja China itu melewati jalur jalan ‘tikus’ agar selamat dari kepungan mahasiswa yang hingga tengah malam melakukan aksi unjuk rasa.
Hingga berita ini dirilis, aksi demontrasi di Simpang Empat Ambaipua Konsel masih terus berlangsung. Ratusan aparat kepolisian mengawal jalannya aksi unjuk rasa tolak TKA China. Adm



