LAJUR.CO, KENDARI — Rekaman CCTV di Bandara Haluoleo Kendari akhirnya dibuka ke publik untuk menjawab polemik video viral yang memperlihatkan keluhan seorang penumpang maskapai Pelita Air. Dari penelusuran tersebut, terungkap alur kejadian secara rinci sejak awal interaksi hingga momen penumpang menyampaikan teguran kepada petugas di area check-in.
Humas bandara, Nurlansyah, menjelaskan langkah ini diambil untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami membuka rekaman CCTV agar publik mendapatkan gambaran yang utuh dan tidak hanya melihat dari satu sudut pandang,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV pada Sabtu (28/3/2026), peristiwa bermula pada pukul 09.04 WITA saat penumpang keluar dari area pemeriksaan awal (SCP-1) dan berjalan menuju check-in. Dua detik kemudian, tepat pukul 09.04.30 WITA, petugas pasasi Nur Azlina menyapa dan menanyakan maskapai tujuan. Namun, sapaan itu tidak mendapat respons. Penumpang terus berjalan menuju antrean yang tidak sesuai.
Selanjutnya, pada pukul 09.04.34 WITA, petugas lain, Suryani Syahrudin, mengarahkan penumpang ke jalur check-in Pelita Air setelah sebelumnya sempat menuju antrean maskapai lain. Proses kemudian berlangsung normal. Dalam rentang waktu 09.04.40 hingga 09.21.32 WITA, penumpang menjalani antrean hingga check-in tanpa kendala berarti sebelum bergerak menuju eskalator ke ruang tunggu keberangkatan.
Situasi berubah beberapa menit kemudian. Pada pukul 09.21.37 WITA, penumpang kembali mendatangi petugas. Tiga detik berselang, ia berbicara dengan Nur Azlina. Percakapan berlangsung singkat, sekitar 12 detik, dengan gaya bicara cepat dan disertai gestur tangan.
Tak lama setelah itu, penumpang kembali menuju ruang tunggu. Sementara itu, petugas keamanan dari PT Global Sky Aviation bersama rekan kerja lainnya menghampiri Nur Azlina untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Nurlansyah menegaskan, dari hasil pemantauan visual, tidak ditemukan adanya tindakan seperti tertawa sebagaimana yang dipersepsikan dalam video viral.
“Yang terlihat adalah ekspresi senyum sebagai bagian dari standar pelayanan, bukan menertawakan penumpang,” katanya.
Ia menambahkan jika petugas telah menyampaikan permintaan maaf saat menerima teguran.
Meski tidak ditemukan pelanggaran mencolok, pihak bandara tetap melakukan evaluasi menyeluruh. Pengarahan diberikan kepada seluruh petugas layanan, termasuk ground handling, keamanan, hingga personel lain yang berinteraksi langsung dengan penumpang.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Kami tekankan pentingnya komunikasi yang jelas, sikap ramah, dan profesionalisme dalam setiap pelayanan,” ujar Nurlansyah.
Sebelumnya, video keluhan penumpang ini lebih dulu viral di media sosial. Dalam unggahan akun TikTok miliknya pada 28 Maret 2026, penumpang tersebut mengaku kecewa terhadap sikap petugas saat menanyakan lokasi check-in.
“Sumpah gua kesal banget sama petugas Bandara Haluoleo Kendari. Kayaknya perlu banget di-train masalah basic manner,” ucapnya dalam video Tiktok @Eskrimmerkuri yang ramai diperbincangkan.
Ia menilai respons petugas tidak menyenangkan dan terkesan merendahkan. Unggahan itu pun memicu beragam reaksi warganet yang menyoroti pentingnya pelayanan prima di fasilitas publik.
Menanggapi hal tersebut, pihak bandara sebelumnya telah menyampaikan jika layanan di bandara melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengelola, maskapai, hingga ground handling. Dari koordinasi awal, keluhan disebut mengarah pada petugas ground handling, bukan petugas internal bandara seperti Aviation Security.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa informasi yang utuh,” kata Nurlansyah.
Pihak UPBU Haluoleo Kendari menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa yang merasa kurang nyaman. Mereka menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar tetap ramah, profesional, dan responsif.
Di era media sosial, kata Nurlansyah, transparansi seperti pembukaan rekaman CCTV menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan. Adm





