LAJUR.CO, KENDARI – Insiden kecelakaan pesawat ATR 42- 500 rute Yogyakarta – Makassar di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2026) menyita perhatian luas publik.
Pesawat itu diketahui membawa 10 orang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan, sementara sejumlah korban belum seluruhnya berhasil ditemukan.
Hal itu memunculkan harapan dan kecemasan dari keluarga serta masyarakat. Medan pencarian yang berada di kawasan pegunungan Maros–Pangkep, Sulsel, menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR di lapangan.

Kondisi tersebut menuntut penguatan operasi, baik dari sisi jumlah personel maupun kelengkapan peralatan, agar proses pencarian dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.
Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dan sinergi lintas wilayah, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari mengirimkan 15 personel SAR untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan yang dikoordinasikan oleh Basarnas Makassar.
Pengiriman personel tersebut merupakan tindak lanjut dari Berita Acara SAR (Bra SAR) yang diterima Comm Centre KPP Kendari dari Direktur Operasi Basarnas pada Selasa (21/1/2026) malam. Selanjutnya, pada Rabu (22/1/2026) pukul 08.15 Wita, tim rescue diberangkatkan melalui Bandara Haluoleo, Kendari menuju Bandara Hasanuddin, Makassar.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S menjelaskan bahwa personel yang dikirim terdiri dari 14 rescuer dan 1 perawat. Mereka telah dibekali dengan keahlian serta kesiapan menghadapi medan ekstrem.
“Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan untuk memberikan bantuan perkuatan personel dan dukungan alut kepada KPP Makassar,” ujar Amiruddin.
Selain personel, Basarnas Kendari juga mengirimkan sejumlah peralatan SAR, di antaranya peralatan komunikasi, Palsar Medis, Palsar Gunung Hutan, Palsar Evakuasi di Ketinggian, serta berbagai peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Penambahan personel dan dukungan alut tersebut menjadi harapan baru dalam proses pencarian para korban kecelakaan pesawat di Sulsel. Hal itu juga sekaligus menjadi penguat harapan bagi keluarga korban yang masih menanti kabar orang-orang tercinta. Red



