BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Besaran Zakat Fitrah di Muna Barat Bervariasi, Beras Premium Rp42 Ribu hingga Jagung Rp16 Ribu

×

Besaran Zakat Fitrah di Muna Barat Bervariasi, Beras Premium Rp42 Ribu hingga Jagung Rp16 Ribu

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Besaran zakat fitrah di Kabupaten Muna Barat pada Ramadan 2026 mengalami variasi harga, bergantung pada jenis bahan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat. Mulai dari beras premium hingga jagung, masing-masing memiliki nilai zakat yang berbeda.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lawa, Abdul Kadir, menyampaikan bahwa terdapat beberapa kategori bahan pokok yang dijadikan acuan dalam penetapan besaran zakat fitrah tahun ini.

Baca Juga :  5 Beasiswa Luar Negeri yang Dibuka Awal 2026, Jangan Ketinggalan!

Hal ini disampaikan Abdul Kadir saat mengisi tausiah Ramadan bertajuk “Keistimewaan Bulan Suci Ramadan” di Masjid Nurul Iman, Desa Lagadi, Selasa (10/3/2026).

Untuk beras premium atau beras kepala ditetapkan sebesar Rp42 ribu per jiwa, beras medium Rp39 ribu, dan beras SPHP Rp35 ribu. Sementara bagi warga yang mengonsumsi jagung sebagai makanan pokok, besaran zakatnya sebesar Rp16 ribu per jiwa.

Perbedaan nilai tersebut, kata Abdul Kadir disesuaikan dengan jenis bahan pokok yang umum dikonsumsi masyarakat setempat. Sehingga pembayaran zakatnya dapat lebih proporsional.

Baca Juga :  KPK Ubah Aturan Gratifikasi, Ini Poin-poinnya

Dalam tausiahnya, ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial. Hal demikian termasuk melalui pembayaran zakat fitrah yang akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Selain itu, Abdul Kadir turut mengimbau pengurus Masjid Nurul Iman agar selalu menyediakan menu berbuka puasa bagi para pemudik yang melintas.

Baca Juga :  Sakit Kronis Diabetes, Hipertensi dan Persalinan Dominasi Layanan JKN di Sultra

Masjid tersebut berada di pinggir jalan yang menjadi salah satu jalur perjalanan masyarakat saat musim mudik. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan ada pemudik yang singgah untuk beristirahat maupun berbuka puasa.

Keberadaan masjid, harapnya, dapat menjadi tempat singgah yang memberi kenyamanan bagi para musafir. Sekaligus menjadi wujud kepedulian dan pelayanan kepada sesama, khususnya di bulan suci Ramadan. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x