LAJUR.CO, KENDARI – Sebagian wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) diperkirakan akan memasuki musim kemarau lebih cepat dari biasanya di tahun ini.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra, Kusairi, menyebut sekitar setengah wilayah Bumi Anoa diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada bulan Juni, sementara wilayah lainnya menyusul hingga awal Juli 2026.
Berdasarkan prakiraan iklim, awal musim kemarau di Sultra umumnya terjadi pada bulan Juni hingga Juli. Namun pada tahun ini sebagian wilayah diprediksi mengalami pergeseran waktu yang lebih maju.

“Sebagian wilayah maju antara tiga, dua hingga satu dasarian. Satu dasarian itu 10 hari, jadi ada yang maju satu bulan ada yang setengah bulan dan sepertiga bulan begitu,” ucap Kusairi, saat diwawancara awak media, Rabu (11/03/2026).
Ia merincikan, sekitar 5 persen wilayah di sultra diperkirakan mengalami kemajuan awal musim kemarau hingga satu bulan. Kemudian sekitar 32 persen wilayah maju dua dasarian atau sekitar 20 hari, dan sekitar 37 persen wilayah lainnya maju satu dasarian atau sekitar 10 hari. Sementara sisanya diperkirakan masih berada pada kondisi normal.
Beberapa wilayah yang diprediksi paling awal memasuki musim kemarau yakni pada dasarian ketiga Juni, di antaranya Kabupaten Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Buton Tengah, Muna Barat, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna.
Sementara itu untuk Kota Kendari diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Juni atau pertengahan bulan Juni.
Adapun wilayah yang diprediksi paling akhir memasuki musim kemarau berada di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur, yakni pada awal Agustus.
Terkait kondisi musim kemarau tahun ini, Kusairi mengatakan berdasarkan prakiraan kondisi atmosfer hingga pertengahan tahun 2026 masih berada pada kondisi netral.
“kemudian nanti setelah pertengahan tahun ini, akan diprediksikan semakin memanas atau elinol lemah, tapi itu bukan berarti yang kering banget jadi masih harus di update lagi,” ungkap Kusairi.
Kusairi juga menyebut kondisi musim kemarau di Bumi Halu Oleo tahun 2026 diperkirakan sebagian besar berada di bawah normal atau lebih kering dibandingkan kondisi biasanya.
“Diperkirakan akan sebagian besar wilayah di Sultra akan dibawa normal. Jadi akan lebih kering daripada normalnya. Ada beberapa yang di atas normal, Cuma sebagian besar adalah kondisi dibawa normal,” ujar Kusairi.
Laporan : Ika Astuti





