LAJUR.CO, KENDARI – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026). Indeks dibuka turun 0,28% ke level 8.306,16.
Namun 12 menit setelah pasar buka, IHSG melanjutkan pelemahan dan kehilangan 287 poin atau ambruk hingga 3,44% ke level 8.043,11.
Sebanyak 108 saham naik, 514 turun, dan 81 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 4,94 triliun, melibatkan 7,87 miliar saham dalam 550 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 14.523 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini terjadi setelah emiten tambang dan perdagangan emas kompak turun usai harga acuan global ambles signifikan akhir pekan lalu. Nyaris seluruh saham emas RI terkoreksi mendekati level double digit penurunan pada awal perdagangan hari ini.
Sementara itu emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu juga kompak mengalami pelemahan signifikan hari ini, dengan saham PTRO ambrok 14%, BRPT anjlok 11% dan CDIA terkoreksi 10%.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih bergerak volatil pada pekan pertama Februari 2026. Tekanan datang utamanya dari dinamika internal pasar keuangan Indonesia.
Diketahui, telah terjadi di tengah gejolak tajam pasar saham serta meningkatnya kekhawatiran investor terkait tata kelola dan transparansi, terutama setelah muncul tekanan dari MSCI. Untuk menjaga stabilitas, OJK telah menunjuk pejabat pengganti efektif per akhir Januari, sementara penunjukan pejabat sementara Direktur Utama BEI dijadwalkan diumumkan awal pekan.
Setelah pekan lalu ada lima orang mengundurkan diri bersamaan, diantaranya
- Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengundurkan diri.
- Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
- Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi.
- Deputi Komisioner Pengawas Emiten I.B. Aditya Jayaantara
Mundurnya sejumlah pimpinan di pasar modal Indonesia, dipicu oleh gejolak tajam di pasar saham dan kekhawatiran soal tata kelola serta kepercayaan investor, terutama setelah MSCI menuntut transparan data dan ancaman menurunkan kategori Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market
Untuk menjaga kelangsungan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, OJK telah menunjuk pejabat pengganti yang efektif per 31 Januari 2026:
Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Pejabat Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, dan memiliki pengalaman panjang di industri pasar modal.
Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Jeffrey Hendrik diduga kuat sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama BEI (diumumkan Senin).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2/2026) sore. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah sorotan investor global terhadap pasar saham Indonesia hingga mundurnya tiga pemimpin tertinggi OJK pada Jumat pekan lalu.
Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Plt Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan OJK dan SRO telah menyiapkan seluruh proposal yang diminta penyedia indeks global tersebut.
Hasan menyebut, pertemuan ini akan difokuskan untuk mengonfirmasi kesiapan regulator dan pelaku pasar, sekaligus rencana implementasi konkret atas berbagai permintaan MSCI. OJK berharap pertemuan tersebut berujung pada pernyataan resmi atau kesepakatan dengan MSCI terkait arah pasar saham Indonesia ke depan.
Langkah ini, menurut OJK, merupakan bagian dari ambisi besar untuk mendorong pasar modal Indonesia sejajar dengan best practice internasional, sekaligus meningkatkan daya tarik di mata investor global dan indeks provider dunia. Adm
Sumber : Cnbcindonesia.com



