LAJUR.CO, KENDARI – Sejumlah anak-anak di Aceh Tengah tampak tersenyum bahagia kala menerima Alquran dari para relawan Bazma Pertamina. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih pasca bencana, anak-anak ini tetap menjalani hari-hari mereka dengan senyuman.
Momen itulah disaksikan Hasfil, seorang relawan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Bazma Pertamina (Baituzzakah Pertamina), sebuah lembaga Zakat Pertamina. Bersama tim, Hasfil turut membagikan Alquran kepada anak-anak di Takengon, Aceh Tengah beberapa waktu lalu.
Tiga bulan pasca bencana, sebagian warga Aceh masih tinggal di tenda maupun rumah kerabat. Hunian sementara (huntara), menurut pantauan Hasfil belum tersedia secara merata.

Sejumlah infrastruktur, kata Hasfil, seperti jembatan penghubung dan akses jalan masih mengalami kerusakan akibat longsor. Dalam masa pemulihan, ternyata masih ada desa yang sulit dijangkau kendaraan.
Sebagai Relawan Bencana Sumatera Bazma Pertamina, Hasfil tidak hanya bertugas menyalurkan 1.000 Alquran di Aceh. Ia juga melakukan assessment lokasi, menentukan program prioritas, serta mengatur manajemen logistik untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Tim relawan melihat, jika masih banyak masyarakat yang membutuhkan berbagai dukungan. Mulai dari penyediaan air bersih melalui sumur bor, pipanisasi, pembangunan MCK, perbaikan sarana pendidikan, hingga dukungan untuk tempat ibadah.
“Selama perjalanan penyaluran Alquran, nampak yang masyarakat butuhkan itu Huntara, pipanisasi, sanitasi dan jembatan penghubung antar desa yang terputus diterjang banjir,” ujar Hasfil, Selasa (24/2/2026).
Meski dihadapkan pada medan yang cukup sulit, Hasfil bersama tim mengaku tetap semangat bergiat menjangkau anak-anak di beberapa titik terisolir.
Masyarakat di sana, sambung dia, sangat bersyukur dengan kedatangan para relawan yang datang. Kehadiran relawan di tengah-tengah mereka bisa menjawab beberapa persoalan yang dihadapi.
Beberapa keluhan warga yang perlahan teratasi meliputi pengadaan air bersih, tempat ibadah dan perbaikan sarana prasarana pendidikan serta Alquran sebagai kebutuhan rohaniah.
Di tengah puing dan keterbatasan, senyum anak-anak Aceh menjadi simbol bahwa semangat untuk bangkit tetap ada. Mereka tetap semangat belajar dan mengaji di tengah duka akibat banjir bandang dan longsor.
Sebagaimana diketahui, wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana ekologis mulai akhir November 2025 lalu. Pemukiman penduduk, sejumlah fasilitas umum rusak diterjang banjir dan longsor. Akibatnya, ribuan korban jiwa dilaporkan hilang bahkan meninggal. Red





