LAJUR.CO, KENDARI — Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga telur ayam di pasar tradisional Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengalami kenaikan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga komoditi bahan pokok itu meningkat sekitar seribu rupiah per minggu.
Edi, seorang pedagang telur di Pasar Anduonohu, membenarkan hal tersebut. “Iyaa ada kenaikan ini, kenaikan yang signifikan tiap pekan. Naiknya seribu perak, tiap kali datang,” ujarnya saat diwawancarai Lajur.co, Senin (9/3/2026).
Saat ini, Edi menjual telur ukuran sedang seharga Rp63 ribu per rak, naik dari sebelumnya Rp58 ribu. Sedangkan ukuran besar dibanderol Rp65 ribu per rak, sebelumnya Rp60 ribu per rak.

Menurut Edi, kenaikan harga mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Salah satu faktor penyebabnya adalah stok yang terbatas, sementara permintaan masyarakat sangat tinggi. Untuk suplai, ia biasanya mengambil dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan, karena stok di Sultra terbatas.
“Kalau untuk stok, enda pernah tertinggal habis-habis terus. Tiap kali datang habis karna enda cukup, karna terbatas juga pasokan dari sana,” jelasnya.
Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Iduladha, Natal, dan Tahun Baru memang sudah menjadi siklus tahunan bagi para pedagang.
Laporan: Ika Astuti





