LAJUR.CO, KENDARI – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua dan pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan kesehatan anak seiring dimulainya kembali aktivitas belajar di tengah puncak musim hujan. Curah hujan tinggi dan kelembapan disebut berpotensi memicu peningkatan kasus penyakit menular seperti influenza, diare, demam berdarah, serta risiko bencana hidrometeorologi.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengungkap sejumlah ‘starter kit’ bagi anak yang kembali ke sekolah. Pertama, memastikan anak melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, hingga influenza.
“Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food,” beber dr Piprim dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/1/2026).

Anak dengan gejala yang tak kunjung mereda dianjurkan beristirahat di rumah hingga pulih.
“Pastikan anak tidur malam 8 hingga 10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun. Jika anak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan,” sambungnya.
Orangtua disebutnya perlu mengajarkan anak menerapkan etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat bergejala, serta tidak berbagi alat makan dan minum. Ketiga, pencegahan penyakit khas musim hujan melalui penerapan 3M Plus untuk demam berdarah, penggunaan alas kaki untuk mencegah diare dan leptospirosis, serta konsumsi makanan dan air bersih.
IDAI juga menekankan kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat dan potensi bencana. Orangtua dan sekolah diminta memperkuat komunikasi, memastikan prosedur evakuasi dipahami anak, serta menyiapkan tas siaga berisi jas hujan, air minum, makanan tahan lama, obat pribadi, dan kontak darurat.
Sementara Sekretaris Umum IDAI, Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Subsp HemaOnk(K), mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas pihak.
“Dengan upaya bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh optimal, meski di tengah tantangan musim hujan,” ujarnya. IDAI mendorong sekolah memperkuat sarana sanitasi dan kerja sama dengan puskesmas, serta meminta pemerintah daerah memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir dan longsor. Adm
Sumber : Detik.com




