LAJUR.CO, KENDARI – Andi Sumangerukka melakukan kegiatan bersepeda ke Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari gerakan penghematan energi dan bahan bakar minyak (BBM) yang turut diikuti sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov Sultra.
ASR memulai gowes dari kediamannya di kawasan Citraland Kendari menuju kantor gubernur dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer. Langkah itu menjadi bagian dari kampanye gaya hidup sehat sekaligus dorongan efisiensi energi di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Pagi ini kita akan melakukan kegiatan bersepeda. Para OPD dan kepala dinas ikut naik sepeda. Setelah bersepeda, kita bisa merasa senang sekaligus menikmati olahraga.”

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pejabat eselon, tetapi juga ASN secara lebih luas. Pemerintah Provinsi Sultra menyiapkan transportasi alternatif berupa bus dari dinas perhubungan bagi pegawai yang tidak memiliki sepeda, untuk mengantar dan menjemput mereka ke kantor.
“Penjemputan untuk ASN yang tidak memiliki sepeda akan dilakukan dengan bus. ASN akan dijemput di titik tertentu, diantar ke kantor, dan dipulangkan kembali setelah selesai bekerja,” ucap ASR.
Sejalan dengan agenda itu, seluruh kantor OPD diimbau bebas dari kendaraan bermotor selama pelaksanaan kegiatan. ASN didorong menggunakan moda transportasi yang telah disediakan atau kendaraan umum sebagai bentuk dukungan terhadap penghematan BBM.
Selain itu, peserta gowes diminta mengutamakan keselamatan dengan menyiapkan perlengkapan yang memadai serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana Andi Sumangerukka untuk membiasakan bersepeda ke kantor setidaknya sekali dalam sepekan. Kebijakan tidak bersifat wajib, namun diharapkan menjadi contoh bagi ASN dalam menerapkan gaya hidup hemat energi.
Ia mengatakan, kebijakan efisiensi energi, termasuk kemungkinan penerapan work from home (WFH), masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. ASN diminta tetap menjalankan tugas seperti biasa sambil menunggu regulasi resmi.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang didorong pemerintah pusat melalui Airlangga Hartarto dalam upaya menekan konsumsi BBM di tengah dinamika pasar energi global, sekaligus mendorong budaya hemat energi di lingkungan birokrasi dan masyarakat luas. Adm





