LAJUR.CO, KENDARI – Cuaca ekstrem terjadi, Minggu (1/2/2026), membawa petaka kapal rakyat Maligano Star GT 06 rute Raha-Maligano. Saat mendekati pelabuhan, bandai dahsyat disertai hujan tetiba menerjang kapal yang menyebabkan moda transportasi mengangkut puluhan penumpang tenggelam.
Beruntung, posisi kapal berada dekat daratan sehingga para penumpang masih bisa menyelamatkan diri. Total 32 awak kapal terdiri dari 28 penumpang dan 4 ABK dilaporkan berhasil selamat.
Informasi kecelakaan kapal tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 17.51 Wita dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Muna. Laporan awal menyebutkan kapal mengalami insiden mati mesin saat gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam di perairan Maligano.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 18.06 Wita.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan langsung digerakkan begitu laporan diterima.
“Setelah menerima informasi dari KUPP Muna, tim rescue kami segera diberangkatkan menuju lokasi melakukan evakuasi dan memastikan kondisi seluruh penumpang,” kata Amiruddin.
Upaya evakuasi berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 20.05 Wita, Tim SAR di lapangan melaporkan seluruh penumpang dan awak kapal—sebanyak 32 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke darat.
“Seluruh penumpang kapal berjumlah 32 orang dinyatakan selamat dan sudah berada di darat,” ujar Amiruddin.
Amiruddin menjelaskan, berdasarkan kronologis awal, kapal bertolak dari Pelabuhan Laino, Raha, Kabupaten Muna, menuju Pelabuhan Maligano, Kabupaten Buton Utara. Saat berangkat kondisi cuaca masih relatif baik.
“Namun saat mendekati Pelabuhan Maligano, mesin kapal tiba-tiba mati. Kapal kemudian dihantam gelombang hingga terbalik dan tenggelam,” katanya.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Mencegah insiden serupa, Amiruddin mengimbau operator kapal rakyat selalu memastikan kesiapan mesin dan kelayakan kapal sebelum berlayar, terutama di tengah potensi perubahan cuaca di perairan Sultra. Adm



