LAJUR.CO, KENDARI – Terpilihnya La Ode Rahmad Faizal sebagai Ketua Generasi Baru Indonesia (GenBI) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025–2026 menandai komitmen baru memperkuat peran GenBI sebagai agent of change, frontliner, dan future leader di Bumi Anoa.
Mahasiswa angkatan 2023 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau didapuk memimpin GenBI Sultra yang menaungi lima komisariat dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Halu Oleo (UHO), IAIN Kendari, STIE 66 Kendari, Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.
Faizal resmi dilantik, 28 Januari 2026. Mendapat amanah memimpin organisasi GenBi, Faizal mesti bijak merangkul keragaman pemikiran dan karakter komunitasnya. Baginya GenBI Sultra bukan sekadar organisasi kecil, melainkan wadah besar yang menyatukan berbagai sudut pandang untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan Bank Indonesia.

Faizal punya misi memprioritaskan keberlanjutan GenBI Visual Project, program yang bertujuan mengembangkan keterampilan anggota di bidang fotografi, videografi, hingga pengeditan video. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya anggota GenBI Sultra.
Selain itu, Faizal merancang program GenBI Cerdas Finansial yang menyasar pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Melalui program ini, GenBI Sultra akan memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan sistem pembayaran digital, serta pemanfaatan QRIS, dengan harapan masyarakat semakin melek keuangan dan peran GenBI sebagai frontliner Bank Indonesia semakin terasa.
Faizal menyoroti tantangan utama GenBI Sultra sebagai wilayah kepulauan dengan cakupan kerja yang luas. Kondisi geografis tersebut menuntut strategi khusus agar program Bank Indonesia dapat tersosialisasi secara merata di seluruh wilayah kerja GenBI Sultra.
Untuk menjawab tantangan itu, ia mendorong penguatan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan Voluntir GenBI, yang konsepnya menyerupai kegiatan KKN dan melibatkan anggota secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, melalui program voluntir, anggota GenBI tidak hanya berperan sebagai agen sosialisasi program Bank Indonesia seperti CBP Rupiah, QRIS, dan PeKA, tetapi juga memperoleh pengalaman sosial yang memperkuat kepekaan dan kepemimpinan mereka.
Kedepan, GenBI Sultra juga akan memperkuat sinergi dengan pihak kampus. Faizal menilai GenBI berperan sebagai motor penggerak, sementara kampus menjadi penguat jangkauan serta legitimasi kegiatan. Dengan visi yang sejalan, kegiatan edukasi dan sosialisasi diharapkan dapat berjalan lebih luas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.
Dalam menarik minat generasi muda, Faizal menekankan pentingnya kegiatan pengembangan soft skill seperti kepemimpinan, public speaking, kerja sama tim, dan problem solving. Ia menilai keterampilan manajemen organisasi kerap tidak diperoleh di ruang kelas, padahal sangat dibutuhkan di dunia kerja, sehingga kehadiran GenBI menjadi ruang pembelajaran yang strategis bagi mahasiswa.
Untuk memastikan seluruh anggota berperan aktif sebagai agen edukasi rupiah, Faizal menyiapkan langkah yang sistematis dan berkelanjutan melalui penguatan pemahaman tentang rupiah, pembagian peran yang merata, serta dorongan agar setiap anggota mampu melakukan edukasi kapan pun dan di mana pun.
Di akhir, Faizal berpesan kepada seluruh anggota agar tetap menjaga kesehatan dan prestasi akademik tanpa mengesampingkan peran di GenBI, baik di tingkat komisariat maupun wilayah. Ia berharap seluruh elemen GenBI Sultra dapat terus berkolaborasi, berkontribusi, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat serta diri masing-masing.
Laporan: Ika Astuti




