LAJUR.CO, KENDARI – Pulau Bokori, destinasi wisata yang selama ini cukup populer di Sulawesi Tenggara (Sultra), disebut “tenggelam” karena kunjungan wisata yang menurun dan fasilitas yang kurang terkelola dengan baik.
Melihat kondisi itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra merancang Festival Bokori sebagai langkah revitalisasi untuk mengembalikan marwah pulau tersebut. Festival dirancang sekaligus untuk menghadirkan pengalaman seru bagi pengunjung dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Festival ini direncanakan berlangsung pada bulan April mendatang dalam rangka menyambut momen perayaan HUT Sultra ke 62.

Pulau yang terletak di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe ini dikenal memiliki pasir putih yang membentang di bibir Teluk Kendari. Air laut yang jernih, serta udara yang teduh menjadikannya salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Bumi Anoa setelah Wakatobi.
Kepala Dispar Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan festival ini merupakan bagian dari strategi Pemprov untuk menata kembali destinasi dan menarik minat publik.
“Kita buat visual Bokori, kita kembalikan marwahnya yang selama ini tenggelam,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Festival Bokori yang masih dalam tahap perencanaan akan menampilkan berbagai atraksi. Mulai dari lomba pancing, fun bike, flying fox, serta lomba kuliner. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya dan ruang bagi pelaku kreatif lokal untuk memamerkan karya mereka.
Untuk memastikan pengelolaan destinasi lebih transparan, Dispar Sultra juga akan menerapkan sistem karcis bagi setiap pengunjung. Hal itu diterapkan, lanjut Ridwan, agar pendapatan dari sektor wisata dapat dikelola lebih baik dan kebocoran dapat diminimalkan.
Pulau Bokori juga akan menjadi titik akhir dari paket wisata lima pulau yang tengah dikembangkan Dinas Pariwisata Sultra. Paket wisata ini akan membawa pengunjung dari Kendari ke Pulau Hari, Tanjung Kartika, Saponda Dalam, Saponda Laut, dan akhirnya Pulau Bokori dalam satu perjalanan terpadu.
“Konsep paket wisata yang kami siapkan mulai dari Kendari–Pulau Hari–Tanjung Kartika–Saponda Dalam–Saponda Laut dan Bokori,” tambahnya.
Dengan biaya terjangkau sekitar Rp150 ribu per orang, wisatawan bisa menikmati beberapa pulau eksotis sekaligus. Harga tersebut, katanya, jauh lebih murah dibandingkan sejumlah destinasi lain di Sultra yang membutuhkan biaya lebih besar.
Ia berharap festival ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali Pulau Bokori. Keindahan pasir putih dan laut biru kembali diperkenalkan kepada publik dengan wajah baru. Red





