LAJUR.CO, KENDARI – Ramadan di perantauan memang beda rasanya. Suasana ramai tetap ada, masjid tetap penuh, makanan berbuka juga melimpah. Tapi tetap saja, ada kerinduan karena jauh dari kampung halaman.
Hal itu juga dirasakan Shofa Nur Amirah Khairiyah. Di tengah kebahagiaannya lolos beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), ia mengaku tetap menyimpan rindu sederhana. Shofa ingin jajan di tempat favoritnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Saya rindu jajan di kolam retensi atau di Water Sport Lapulu,” curhat Shofa kepada lajur.co, Senin (23/2/2026).

Kerinduan itu terasa wajar. Sebab Ramadan tahun ini ia jalani di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Shofa kini resmi menempuh studi Magister Penginderaan Jauh di Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah dinyatakan lolos LPDP pada batch 2 tahun 2025.
Perjalanannya mendapatkan beasiswa pun tidak instan. Ia sempat gagal saat percobaan pertama.
“Saya gak one-shoot. Batch 1 2025 gagal, batch 2 baru lolos,” katanya.
Kegagalan yang dialaminya membuat Shofa melakukan evaluasi besar, terutama pada bagian esai. Tantangan terbesarnya, sebut Shofa, adalah bagaimana menyampaikan kontribusi diri tanpa terkesan sombong.
“Saya harus bisa meyakinkan tim penilai bahwa saya layak, dengan menjelaskan kontribusi yang sudah, sedang, dan akan saya lakukan ke depan. Itu harus kredibel,” jelas alumni Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Halu Oleo (UHO) itu.
Proses memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari kampus tujuan yang berada di luar pulau juga sempat menjadi kendala. Namun seluruh tahapan administrasi dan tes bisa dilakukan Shofa secara online dengan komunikasi yang baik dari pihak jurusan terkait.
Shofa sendiri merupakan wisudawan terbaik UHO dengan IPK 3,99 tahun 2025 lalu. Skripsinya tentang pemetaan risiko dan mitigasi bencana angin puting beliung di Kota Kendari berbasis GIS menjadi salah satu bukti ketekunannya di bidang akademik.
Kini, Shofa menjalani Ramadan dengan suasana baru di Yogyakarta. Banyak masjid di sana, sambungnya, kerap menyediakan makanan berat untuk sahur dan buka puasa. Tak hanya itu, kajian dari tokoh-tokoh ternama pun menambah daftar forum yang bisa diikuti.
Meski begitu, suasana berburu jajanan sore di Kendari tetap sulit tergantikan. Bagi Shofa, Ramadan juga menjadi momen refleksi perjalanan. Dari penelitian mitigasi puting beliung di Kota Kendari, aktif sebagai relawan, hingga menjadi penerima beasiswa LPDP.
Ia pun berbagi saran bagi para pejuang beasiswa agar aktif mencari lingkungan positif, seperti bergabung di grup Telegram LPDP (Telering), memperbanyak kursus bersertifikat, serta mengikuti kegiatan relawan yang relevan dengan jurusan tujuan.
“LPDP mencari pelajar yang siap berkontribusi,” tegasnya. Red





