BERITA TERKINIHEADLINE

Nama Gedung Baru UHO Ditentukan Lewat Rapat Senat

×

Nama Gedung Baru UHO Ditentukan Lewat Rapat Senat

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Penetapan nama resmi Gedung Kuliah Umum Universitas Halu Oleo (UHO) akan ditentukan melalui rapat senat kampus. Pimpinan universitas menegaskan, pemberian nama gedung megah tersebut harus melalui mekanisme resmi dan pertimbangan matang para senat.

Plt Rektor UHO, Dr. Herman mengatakan dirinya tidak ingin mendahului keputusan senat terkait penamaan gedung yang berdampingan dengan gedung rektorat UHO.

“Untuk nama gedungnya diputuskan dalam rapat senat. Saya tidak boleh mendahului mereka, karena para senat akan merapatkannya dan mempertimbangkan nama yang cocok,” ujar Dr. Herman saat diwawancarai awak media, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, jika nantinya pimpinan dan senat telah menyepakati nama gedung, masyarakat diharapkan dapat menerima keputusan tersebut karena telah melalui mekanisme resmi kampus.

Baca Juga :  Tak Ada Libur, Posko Siaga Bencana BPBD Sultra Standby Pagi hingga Malam

Sementara itu, Gedung Kuliah Umum UHO yang mulai dibangun sejak 2024 kini telah dinyatakan rampung. Saat ini, pihak universitas masih menunggu proses penyerahan gedung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulawesi Tenggara sebelum diresmikan dan difungsikan.

“Kami sudah bermohon, tapi mungkin masih terkendala karena ada tambahan pekerjaan dan masa pemeliharaan. Setelah itu selesai, baru mereka serahkan ke kita,” jelasnya.

Sambil menunggu penyerahan, pihak universitas telah menyiapkan perencanaan interior gedung. Desain interior telah disusun dengan harapan anggaran pengerjaannya bisa segera dialokasikan. Namun, penyelesaian interior kemungkinan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan universitas.

“Kalau bertahap dan keuangan tidak memungkinkan, paling tidak lantai 1, lalu lantai 6 dan 7 untuk ruang rektor dan wakil rektor termasuk aula,” tutur Dr. Herman.

Baca Juga :  Apa Itu AI Bubble yang Bikin Khawatir Jagat Teknologi

Untuk kebutuhan perkuliahan, gedung megah itu akan difungsikan sebagai gedung kuliah umum. Ruang perkuliahan mahasiswa disiapkan di sayap kiri dan kanan gedung, sementara bagian tengah dimanfaatkan untuk layanan.

“Nanti kita atur fakultas-fakultas yang masih kekurangan gedung kuliah, apakah dengan sistem shift atau lainnya. Kami masih menghitung, tapi gedung ini adalah gedung kuliah umum,” katanya.

Ke depan, gedung baru tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai bagian dari penataan ulang (restorasi) tata ruang kampus. Beberapa unit kerja dan layanan direncanakan menempati gedung tersebut, termasuk unsur pimpinan seperti biro, lembaga, wakil rektor, dan senat.

Baca Juga :  Peringatan dari Ilmuwan Buat yang Doyan Nonton Video Pendek TikTok-Reels

Salah satu wacana yang mengemuka adalah pemindahan perpustakaan ke gedung baru. Jika hal itu terealisasi, gedung perpustakaan lama akan dialihfungsikan menjadi tambahan ruang kuliah bagi Fakultas Ilmu Budaya.

“Gedung perpustakaan lama sudah kita desain sebagai tambahan gedung kuliah untuk Fakultas Ilmu Budaya agar lebih terepresentasi,” jelas Dr. Herman.

Sementara itu, layanan kemahasiswaan dan alumni direncanakan tetap berada di kantor tersendiri. Adapun Pusat Teknologi Informasi dan Sistem Komunikasi (Puistik) kemungkinan tetap menempati gedung lama karena berkaitan dengan sistem yang sudah berjalan.

“Kecuali Puistik, kemungkinan tetap di gedung lama karena terkait dengan sistemnya yang ada di sana,” pungkasnya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x