LAJUR.CO, KENDARI – Program demplot padi berkelanjutan yang dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Kolaka menunjukkan hasil panen yang positif pada musim tanam pertama.
Panen bersama yang dilakukan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Sabtu (8/3), mencatat hasil menggembirakan dari dua metode budidaya yang diuji, yakni sistem organik dan konvensional.
Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas padi yang diuji.

Varietas yang dikembangkan dalam program ini antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Adaptasi varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka menunjukkan potensi peningkatan produktivitas melalui kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul.
Dalam program ini, petani juga menerapkan teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Metode tersebut memberi potensi panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam serta mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen.
Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK), Salmi, mengatakan sistem pertanian organik membantu menekan biaya produksi karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Biaya produksi lebih efisien dan harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk di sektor pertanian sejak 2021. Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan.
Melalui program ini, perusahaan berharap model demplot padi berkelanjutan dapat menjadi contoh praktik baik yang bisa direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Adm





