BERITA TERKINIHEADLINE

Polresta Kendari Resmi Punya SPPG, Muna Barat dan Konawe Segera Menyusul

×

Polresta Kendari Resmi Punya SPPG, Muna Barat dan Konawe Segera Menyusul

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), resmi meluncurkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Polresta Kendari, Senin (30/3/2026). Kehadiran fasilitas tersebut menandai langkah awal penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut, sementara daerah lain seperti Muna Barat dan Konawe segera menyusul.

Peluncuran SPPG milik korps kepolisian tersebut lengkap dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan serta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Unit SPPG Polres Kendari yang mulai menyediakan paket MBG menjadi bagian dari percepatan implementasi program nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak, khususnya pelajar. Dalam waktu dekat, dua SPPG tambahan di Polres Muna Barat dan Polres Konawe juga akan mulai beroperasi.

Baca Juga :  Rayakan Lebaran Lebih Awal, Potret Khidmat Salat Idulfitri di Kampus Muhammadiyah Buton

Wakil Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sultra, Maharanny Puspaningrum, menyebutkan jumlah SPPG terus bertambah. Saat ini, dari total 16 SPPG Polri yang direncanakan, sebanyak 12 unit telah beroperasi.

“Besok akan bertambah menjadi 13 SPPG. Akan ada kick off perdana dari SPPG Polres dan SPPG Polres Konawe Utara,” ujarnya.

Secara keseluruhan, terdapat 265 satuan pelayanan gizi di Sultra yang melibatkan lebih dari 12 ribu relawan. Fasilitas tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kota Kendari, Konawe Raya, hingga daerah kepulauan seperti Baubau dan Buton.

Baca Juga :  Eksplor 5 Pulau Eksotis di Sultra Sekali Trip, Cocok untuk Libur Lebaran

Gubernur ASR menegaskan, program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian dari strategi besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Ini bukan hanya soal makan, tapi investasi masa depan. Anak-anak kita harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar tumbuh optimal,” katanya.

Ia menekankan, kehadiran SPPG memiliki dampak ekonomi yang luas. Selain sebagai pusat produksi dan distribusi makanan untuk sekolah, fasilitas ini membuka peluang bagi petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan.

Baca Juga :  Pertamina Naikkan Harga BBM per 1 Maret, Pertamax Jadi Rp12.300

Menurutnya, efek berganda dari program MBG diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Program ini tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

ASR turut memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian daerah atas inisiatif menghadirkan SPPG di Sultra. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kolaborasi agar program tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Manfaatkan fasilitas ini dengan baik. Kolaborasi adalah kunci agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x