BERITA TERKINIHEADLINE

Ramadan di Tanah Rantau: Perantau Muna di Jabodetabek Buka Bersama & Berbagi Takjil

×

Ramadan di Tanah Rantau: Perantau Muna di Jabodetabek Buka Bersama & Berbagi Takjil

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Menjalani puasa Ramadan di tanah rantau biasanya dipenuhi rasa rindu kampung halaman. Seperti yang dirasakan para perantau dari Pulau Muna yang kini berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Jauh dari keluarga dan suasana kampung, menjadi hal lumrah yang mereka alami setiap bulan Ramadan. Namun, tahun ini mereka punya cara tersendiri untuk mengobati kerinduan itu.

Masyarakat suku Muna yang terhimpun dalam Komunitas Wuna Barakati menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) pada Minggu (22/2/2026) di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Menjelang waktu berbuka, para pengurus dan anggota komunitas tampak kompak berdiri di pinggir jalan. Anggota komunitas membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas. Senyum ramah dan sapaan hangat jadi pemandangan yang bikin sore itu terasa lebih adem.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Akan Ambil Alih Tata Kelola Parkiran PPI Sodohoa

Giat berbagi takjil ini jadi bagian dari rangkaian acara silaturahmi Ramadan yang mengusung tema “Berbagi Berkah, Merajut Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan.” oleh Komunitas Wuna Barakati.

Ketua Komunitas Wuna Barakati, Wa Ode Kartika Sari, mengungkapkan bahwa Ramadan selalu punya makna mendalam bagi para perantau. Kebersamaan saat buka puasa, lanjutnya, menjadi media yang menghadirkan rasa kekeluargaan.

“Ramadan selalu punya cara untuk memanggil pulang, rindu kampung halaman, keluarga, dan kebersamaan yang dulu begitu dekat. Di tanah rantau, mungkin kita berjauhan dari rumah. Lewat buka puasa bersama ini, kami merasakan bahwa keluarga itu masih ada,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Jelang Ramadan, Baznas Kendari Salurkan Bantuan untuk 100 KK

Komunitas Wuna Barakati sendiri memang menjadi wadah silaturahmi para perantau asal Pulau Muna di Jabodetabek. Melalui perkumpulan itu, masyarakat tetap terhubung satu sama lain meski jauh dari kampung halaman.

Wa Ode Kartika sendiri mengaku haru melihat kekompakan para anggota komunitasnya. Baginya, ini bukan sekadar acara buka puasa biasa.

“Ini bukan sekadar berbuka puasa. Ini penguat hati di perantauan, pengingat bahwa sejauh apa pun kita melangkah, akar kita tetap sama, dan di antara kita selalu ada tempat untuk pulang meski lewat kebersamaan,” tambah Wa Ode Kartika.

Lewat momen ini, para perantau bukan hanya sekadar berbuka. Mereka juga bernostalgia dengan kampung halaman. Cita rasa khas Muna dihadirkan dalam menu berbuka yang diwarnai makanan lokal. Logat daerah terdengar melalui obrolan santai. Semua warga suku Muna yang hadir hanyut dalam kebersamaan.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO

Menurut artis FTV itu, acara yang mereka gelar sederhana justru terasa lebih hangat karena dipenuhi keikhlasan dan kebersamaan. Tidak ada kemewahan, hanya tawa tulus dan rasa syukur masih bisa dipertemukan dalam suasana penuh persaudaraan.

Ia berharap, silaturahmi seperti ini terus terjaga di antara seluruh keluarga besar Komunitas Wuna Barakati yang baru bertumbuh. Ramadan, kata dia, bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga. Tapi juga tentang berbagi, peduli, dan mempererat persaudaraan. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x