LAJUR.CO, KENDARI – Ribuan pelancong memadati kawasan Puncak Wakila di Desa Kondongia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, selama libur Idul Fitri.
Berdasarkan pantauan awak media Lajur.co di lokasi, kepadatan tampak di berbagai titik, mulai dari area parkir, lapak kuliner, hingga spot swafoto favorit. Lonjakan pengunjung didominasi rombongan keluarga yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk berlibur bersama.
Dari ketinggian, pengunjung disuguhkan panorama laut yang luas berpadu dengan lanskap Kota Raha yang terlihat jelas. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang rela datang berulang kali.

Selain keindahan alamnya, Puncak Wakila juga memiliki cerita perkembangan yang menarik. Kawasan ini awalnya hanyalah perbukitan biasa yang sepi, sebelum kemudian mulai digarap oleh pemuda setempat sekitar tahun 2015 dan perlahan diperkenalkan sebagai destinasi wisata.
Pengembangan terus berlanjut, termasuk melalui konsep ekowisata yang mulai dirancang sekitar tahun 2020 oleh pemerintah desa bersama komunitas lokal. Sejak saat itu, fasilitas mulai dibenahi dan kawasan ini diarahkan menjadi tempat rekreasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga.
Popularitas Puncak Wakila semakin meningkat setelah viral di media sosial dan mengalami lonjakan pengunjung, terutama pada momen libur panjang seperti Lebaran 2025 yang membuatnya dikenal sebagai primadona baru wisata di Muna.
Kini, selain menikmati panorama, pengunjung dapat merasakan berbagai fasilitas seperti gazebo, area santai, hingga wahana hiburan sederhana yang ramah keluarga. Aktivitas berburu foto menjadi hal yang tak terpisahkan, terutama menjelang senja saat wisatawan menanti momen matahari terbenam.
Salah seorang wisatawan, Asma, mengaku terkesan dengan keindahan lanskap yang disuguhkan. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati suasana libur di kampung halaman.
“Ini pertama kali saya ke sini, pemandangannya indah sekali. Dari atas kita bisa melihat seluruh Kota Raha. Kalau ada kesempatan, saya ingin kembali lagi,” ujarnya, Minggu (22/3).
Memasuki malam hari, suasana justru semakin hidup. Kehadiran hiburan seperti karaoke dan pertunjukan musik langsung menjadi daya tarik tambahan yang membuat kawasan ini tetap ramai hingga larut.
Laporan: Ika Astuti





