LAJUR.CO, KENDARI — Riowahyu Saputra resmi dilantik sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Muhammadiyah Kendari. Pelantikan tersebut berlangsung dalam agenda pengukuhan pengurus HIPMI PT se-Sulawesi Tenggara di Aula kampus, Sabtu (28/3/2026).
Mahasiswa asal Kabupaten Kolaka itu menyebut amanah yang diterimanya sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Ia mengaku merasakan campuran emosi antara bangga, haru, sekaligus termotivasi untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Riowahyu menegaskan, visi menjadikan HIPMI PT sebagai wadah lahirnya pengusaha muda berdaya saing bukan sekadar jargon. Menurutnya, hal tersebut menjadi pijakan utama dalam merancang arah gerak organisasi ke depan.

Ia memandang HIPMI PT memiliki posisi strategis mengasah potensi mahasiswa, khususnya dalam membangun pola pikir kewirausahaan sekaligus mendorong aksi nyata di sektor bisnis.
“Saya ingin organisasi ini menjadi ruang belajar sekaligus tempat berkembang bagi mahasiswa yang tertarik menekuni dunia usaha,” ujarnya, Sabtu (4/4).
Dalam waktu dekat, kepengurusan yang didominasi angkatan 2023 akan memprioritaskan penguatan internal organisasi serta menyusun program kerja yang berdampak langsung bagi anggota.
Riowahyu menilai peluang pengembangan bisnis di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari cukup besar. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi kekuatan utama jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti menjaga konsistensi keaktifan anggota hingga mengubah pola pikir mahasiswa yang masih ragu memulai usaha.
Untuk menjawab tantangan tersebut, HIPMI PT berencana memberikan pendampingan melalui program mentoring dan berbagi pengalaman. Mahasiswa didorong untuk memulai usaha dari skala kecil dengan risiko yang terukur.
Riowahyu berharap HIPMI PT Sultra dapat menjadi motor penggerak lahirnya pengusaha muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki bisnis nyata dan berkelanjutan.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah tidak hanya untuk memperdalam teori, tetapi juga membangun pengalaman, relasi, serta keberanian mencoba dunia usaha sejak dini.
“Ketika lulus nanti, mahasiswa sudah memiliki bekal yang kuat, bahkan bisa lebih siap dibandingkan mereka yang hanya fokus pada teori,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti





