LAJUR.CO, KENDARI – Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Halu Oleo (UHO) angkatan 2024 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar bakti sosial bertajuk Road to Inaugurasi 2024 melalui aksi donor darah. Aksi donasi darah berlangsung di Ruang Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, Senin (5/1/2026).
Mengusung tagline “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, program donor darah menjadi pengingat setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
Sekretaris Panitia Waode Markalia mengatakan, kegiatan baksos donor darah merupakan wujud nyata dari rangkaian Road to Inaugurasi sekaligus menjadi bagian dari peresmian angkatan Kesmas UHO 2024.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan kemasyarakatan, kami ingin peresmian angkatan tidak hanya dirayakan secara internal, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Waode Markalia.
Aksi donor darah diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sultra, dosen, serta masyarakat umum yang tergerak untuk mendonorkan darahnya. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian civitas akademika terhadap isu kemanusiaan, khususnya dalam mendukung ketersediaan stok darah di Bumi Anoa.
Melihat tingginya partisipasi dari lingkungan jurusan hingga universitas, panitia menargetkan pengumpulan hingga 100 kantong darah, meskipun target awal dari PMI adalah 50 kantong darah.
“Dari PMI targetnya 50 kantong darah, tetapi kami menargetkan 100 kantong. Insyaallah tercukupi karena antusiasme teman-teman sangat besar,” tutur Markalia.
Salah satu mahasiswa Kesmas UHO angkatan 2024, Yoti Wetappo, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut. Ia menyebut pengalaman pertamanya mendonorkan darah menjadi momen berharga untuk membantu sesama.
“Ini pertama kali saya ikut donor darah. Awalnya agak takut, tetapi setelah dijalani ternyata tidak terlalu sakit. Ke depannya, jika kondisi saya sehat, saya akan mendonor lagi,” ungkap Yoti.
Laporan: Ika Astuti




